Breaking News:

Berita Viral

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat MPR Pontianak, Ternyata Ini Alasan Juri Tak Minta Maaf Langsung

Ketua MPR RI Ahmad Muzani buka suara soal desakan agar dewan juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar meminta maaf langsung ke publik.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
YouTube/MPRGOID
LCC MPR RI - Ketua MPR RI Ahmad Muzani buka suara soal desakan agar dewan juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar meminta maaf langsung ke publik. Menurutnya, permintaan maaf dari Sekjen dan pimpinan MPR sudah cukup mewakili seluruh penyelenggara, termasuk para juri yang menuai kontroversi usai final lomba di Pontianak. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan permintaan maaf dari pimpinan dan Sekretariat Jenderal MPR sudah mewakili seluruh panitia termasuk dewan juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Pontianak.
  • Kontroversi muncul setelah juri dianggap menyalahkan jawaban SMAN 1 Pontianak tetapi memberi poin ke sekolah lain dengan jawaban serupa.
  • Polemik lomba itu sampai menyita perhatian publik hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundang siswa dan guru SMAN 1 Pontianak ke Jakarta.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pontianak masih menjadi sorotan publik setelah keputusan dewan juri menuai kontroversi di babak final.

Di tengah ramainya kritik dari masyarakat, Ketua MPR RI Ahmad Muzani akhirnya menjelaskan alasan para juri tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada publik.

Menurut Muzani, permintaan maaf yang sebelumnya sudah disampaikan pimpinan MPR RI dan Sekretariat Jenderal MPR dianggap telah mewakili seluruh unsur penyelenggara, termasuk dewan juri.

"Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita juga sudah menyampaikan permohonan maaf,” kata Muzani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan bahwa lomba tersebut merupakan agenda resmi lembaga negara, sehingga tanggung jawab permintaan maaf tidak perlu dilakukan satu per satu oleh individu yang terlibat.

"Itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang-perorang," tambahnya.

Penjelasan serupa turut disampaikan Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah.

Ia menyebut posisi dewan juri merupakan bagian dari unsur kesekretariatan, sehingga pernyataan resmi lembaga otomatis mencakup mereka.

"Jadi memang tadi sempat dibahas, ya, juri ini adalah perwakilan dari kesekretariatan," ujar Siti Fauziah.

"Jadi seperti rilis mungkin yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu, itu permohonan maaf dari kesekretariatan yang dalam arti kata saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut," tambahnya.

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat MPR

Kontroversi bermula saat final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pontianak memperlihatkan keputusan juri yang dianggap merugikan SMAN 1 Pontianak.

Dalam momen tersebut, jawaban dari tim sekolah itu dinyatakan salah oleh dewan juri. Namun publik kemudian menyoroti adanya pemberian poin kepada sekolah lain dengan jawaban yang dinilai serupa.

Baca juga: Sikap Josepha Alexandra Usai Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Viral di Masyarakat Luas

Keputusan tersebut memicu gelombang kritik dari warganet di media sosial hingga menjadi viral secara nasional.

Ramainya polemik bahkan membuat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun tangan dengan mengundang siswa beserta guru SMAN 1 Pontianak ke Jakarta.

KUIS CERDAS CERMAT - Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026).
KUIS CERDAS CERMAT - Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). (Dok./Tangkapan Layar YouTube MPR)

Nasib Ocha

Halaman 1/2
Tags:
Josepha Alexandralomba cerdas cermatMPRberita viral hari iniAhmad Muzani
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved