Berita Viral
Nasib MC Pria yang Diam saat Josepha Protes Juri LCC MPR, Beda dengan Shindy Lutfiana yang Dipecat
Nasib MC pria yang diam saat Josepha protes juri LCC MPR, berbeda dengan Shindy Lutfiana yang dipecat.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
"Diam adalah emas," tulis netizen.
Komentar tersebut ramai diunggah ulang oleh pengguna media sosial yang menilai Said tidak ikut memperburuk suasana lomba.
Di tengah badai kritik yang menghantam rekannya, Said justru masih aktif menjalani pekerjaannya sebagai pembawa acara di berbagai kegiatan resmi.
Hal itu terlihat dari unggahan terbarunya saat menjadi moderator dalam sebuah acara organisasi bisnis dengan keterangan, "Moderator FORBISDA BPD HIPMI Kepulauan Bangka Belitung 2026 bersama Abangda @anthonyleong.id & Abangda @adejonaprasetyo" tulis dalam keterangan.
Baca juga: Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Tuai Polemik, Kini Bakal Digelar Ulang, Ketua MPR RI: Secepatnya
Tak Ada Lomba Ulang
MPR memutuskan tak ada final ulang setelah jalan keluar yang mereka siapkan itu ditolak oleh dua peserta lomba, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
"Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang. Dan hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," kata Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Meski final ulang urung digelar, MPR berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar ke depannya.
Bahkan, juri yang melakukan aksi kontroversial pada LCC 4 Pilar kemarin, ke depannya tidak akan dilibatkan lagi.
"Termasuk mengevaluasi juri, tidak dilibatkan kembali. Oleh karena itu mungkin itu bisa menjadi jawaban terhadap kegiatan LCC yang sebelumnya menjadi kegaduhan di publik," ujar Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
"Yang jelas sampai dengan hari ini, kami tidak ada pembahasan men genai sampai kapan (di-blacklist dari juri LCC). Tetapi yang jelas karena ini sudah menjadi sanksi sosial di publik," imbuh dia.
Akbar mengatakan, MPR telah membaca seluruh aspirasi masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat kontroversi dalam final LCC 4 Pilar Kalbar.
Aksi juri yang menyalahkan jawaban SMAN 1 Pontianak, tetapi membenarkan SMAN 1 Sambas, dinilai sangat melukai hati masyarakat.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor/ Sanjaya Ardhi)