Berita Viral
Dudung Beberkan Alasan Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi dalam Program MBG
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan alasan di balik langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan BGN.
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Dudung menyebut Prabowo ingin Program Makan Bergizi Gratis bebas dari korupsi dan penyimpangan.
- Presiden menegaskan anggaran MBG harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan peningkatan kualitas SDM.
- Dudung menilai perombakan pimpinan BGN merupakan langkah yang tepat untuk mewujudkan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
TRIBUNNEWWSMAKER.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan alasan di balik langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Dudung, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Karena itu, Prabowo menginginkan pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program tersebut berjalan secara bersih, transparan, dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan.
Dudung menegaskan, Presiden tidak ingin dana negara yang dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis justru disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Sebaliknya, seluruh anggaran yang berasal dari uang rakyat harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.
"Keinginan Bapak Presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal, tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul bapak presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat," ucap Dudung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Sosok Mayjen Trenggono, Wakil Kepala BGN Baru Setelah Drama Pencopotan Dadan Hindayana
Lebih lanjut, Dudung mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.
Menurutnya, Presiden Prabowo memiliki visi besar untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul melalui pemenuhan gizi yang baik sejak dini.
Karena memiliki dampak strategis bagi masa depan bangsa, pelaksanaan program tersebut harus dikelola secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dudung pun menilai langkah perombakan jajaran pimpinan BGN merupakan keputusan yang tepat untuk memperkuat tata kelola lembaga tersebut ke depan.
Ia berharap perubahan kepemimpinan dapat membawa perbaikan dalam sistem kerja maupun pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
"Sehingga langkah yang tepat, saya yakin ini untuk perbaikan ke depannya sehingga di BGN itu semakin transparan, akuntabel," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu.
Selain itu, Dudung meyakini keputusan Presiden Prabowo mengganti pimpinan BGN bukanlah langkah yang diambil secara tiba-tiba.
Baca juga: Pesawat Prabowo Batal ke Roma, Italia di Tengah Badai Kritik Kunjungan Presiden RI ke Luar Negeri
Menurutnya, Presiden telah mempertimbangkan berbagai aspek dan menerima banyak masukan sebelum akhirnya memutuskan melakukan perombakan di tubuh Badan Gizi Nasional.
"Saya rasa itu presiden, saya yakin bapak presiden sudah mendapat masukan-masukan," ujar dia.
Pernyataan Dudung tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan BGN dengan menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Perombakan tersebut menjadi sorotan publik karena dilakukan di tengah tingginya perhatian terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Kepala BGN dicopot
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional.
Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakil kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang untuk menjadi kepala BGN.
Nanik akan didampingi dua wakil kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan ini diambil Prabowo setelah memonitor dan mengevaluasi kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir.
"Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Rahel Narda Chaterine)
Sumber: Kompas.com
| Sosok Mayjen Trenggono, Wakil Kepala BGN Baru Setelah Drama Pencopotan Dadan Hindayana |
|
|---|
| 4 Tentara Penyiram Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Padahal Korban Alami Luka Berat |
|
|---|
| Kekayaan Kepala BGN Nanik S Deyang, Punya Aset Properti di Banyak Tempat, Total Harta Tembus Rp6,3 M |
|
|---|
| Sepak Terjang Agustina Arumsari Wakil Kepala BGN Baru, Alumni STAN yang Kini Mengurusi Program MBG |
|
|---|
| Pengakuan Mahasiswa PNJ Kepergok Mesum Sesama Jenis, Ayah Marah Besar & Tampar Putranya: Malu Saya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Eks-KSAD-Jenderal-Purn-Dudung-Abdurachman-terbaru.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.