Breaking News:

Berita Viral

Sony Sonjaya Tak Terima Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Sebut Banyak Tekanan dari Nama Besar

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Purn) Sony Sonjaya, mulai buka suara terkait siapa saja yang menekannya.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
KOMPAS.com/Tribun Bekasi
BANTAH JUAL TITIK MBG - Hanya sekitar satu jam sebelum pemerintah mengumumkan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, masih sempat menyampaikan penjelasan terbuka kepada publik melalui wawancara eksklusif bersama Tribunnews. 

Ringkasan Berita:
  • Sony Sonjaya mengaku tidak bertindak sendiri dalam kasus dugaan penyimpangan Program MBG.
  • Melalui kuasa hukumnya, Sony menyebut ada "atensi" atau tekanan dari pihak tertentu dalam pengaturan dapur MBG.
  • Sony mengajukan diri sebagai justice collaborator karena tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan dalam kasus tersebut.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di tengah proses hukum yang menjeratnya dalam kasus dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Purn) Sony Sonjaya, mulai buka suara.

Melalui kuasa hukumnya, Sony menegaskan bahwa dirinya tidak bertindak seorang diri dalam perkara yang kini tengah diselidiki aparat penegak hukum.

Bahkan, ia mengaku terdapat "atensi" atau tekanan dari pihak-pihak tertentu yang disebut memiliki pengaruh dalam pengaturan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

KASUS KORUPSI MBG - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) sebut program MBG tidak hanya untuk peserta didik tapi juga untuk kelompok rentan.
KASUS KORUPSI MBG - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) sebut program MBG tidak hanya untuk peserta didik tapi juga untuk kelompok rentan. (Dokumentasi/Humas Polri)

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan langkah Sony yang mengajukan diri sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Menurut kuasa hukumnya, Krisna Murti, keputusan tersebut diambil karena kliennya ingin membantu membongkar kasus secara lebih luas dan menyeluruh.

Sony disebut tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang harus menanggung konsekuensi hukum apabila memang terdapat pihak lain yang ikut berperan dalam perkara tersebut.

“Dia tidak mau disudutkan sendiri," ujar Krisna saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Krisna menjelaskan, selama ini berkembang anggapan bahwa Sony merupakan sosok yang mengendalikan atau memperjualbelikan titik-titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program MBG.

Namun, menurut pengakuan Sony, tudingan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Baca juga: 3 Perusahaan Giorgio Antonio Pacar Sarwendah yang Ngaku CEO, Jual Parfum Lokal, Ada yang Bangkrut

Ia membantah bahwa seluruh keputusan dan praktik yang dipersoalkan dilakukan atas inisiatif pribadinya.

"Selama ini, dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, eh dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho," ujar dia.

Pernyataan tersebut membuka kemungkinan adanya pihak lain yang diduga turut memiliki pengaruh dalam pengelolaan maupun penentuan titik dapur SPPG yang kini menjadi bagian dari penyelidikan kasus.

Karena itu, melalui status justice collaborator yang diajukannya, Sony berharap dapat memberikan keterangan lebih lengkap kepada penyidik untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.

Hingga saat ini, proses penanganan kasus dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis masih terus berjalan, sementara pengakuan Sony terkait adanya tekanan dan atensi dari pihak tertentu menjadi salah satu hal yang berpotensi didalami lebih lanjut oleh penyidik.

Nama besar

BANTAH JUAL TITIK MBG - Hanya sekitar satu jam sebelum pemerintah mengumumkan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, masih sempat menyampaikan penjelasan terbuka kepada publik melalui wawancara eksklusif bersama Tribunnews.
BANTAH JUAL TITIK MBG - Hanya sekitar satu jam sebelum pemerintah mengumumkan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, masih sempat menyampaikan penjelasan terbuka kepada publik melalui wawancara eksklusif bersama Tribunnews. (KOMPAS.com/Tribun Bekasi)

Krisna mengungkapkan, Sony mengaku mengetahui keterlibatan sejumlah tokoh yang memiliki pengaruh dalam perkara tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Sony Sonjayakorupsi mbgdapur mbg
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved