Breaking News:

Seputar Solo Raya

Harga BBM Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Sukoharjo Mengular, Banyak Warga Belum Update

Dampak kenaikan harga Pertamax mulai terlihat di Sukoharjo, antrean Pertalite mengular di SPBU Jombor.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
TribunSolo.com
SPBU - Suasana SPBU Pabelan Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo pada Rabu (10/6/2026) pasca kenaikan harga BBM Pertamax 92. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax mulai berdampak pada pola konsumsi BBM masyarakat di Sukoharjo.
  • Antrean kendaraan untuk mengisi Pertalite mengular di SPBU Jombor sejak harga Pertamax naik pada 10 Juni 2026.
  • Banyak pengendara diduga beralih ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran akibat selisih harga yang semakin besar dengan Pertamax.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sejak harga Pertamax resmi naik pada Rabu (10/6/2026), sebagian pengendara mulai mengubah pilihan bahan bakar mereka dengan beralih ke BBM subsidi jenis Pertalite.

Perubahan pola konsumsi tersebut terlihat dari kondisi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengalami peningkatan jumlah antrean kendaraan.

MENGULAR - Sejumlah pengendara di Kabupaten Sukoharjo terlihat beralih ke BBM subsidi jenis Pertalite setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan mulai Rabu (10/6/2026) di SPBU Jombor Sukoharjo. Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite mengular.
MENGULAR - Sejumlah pengendara di Kabupaten Sukoharjo terlihat beralih ke BBM subsidi jenis Pertalite setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan mulai Rabu (10/6/2026) di SPBU Jombor Sukoharjo. Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite mengular. (TribunSolo.com/Istimewa)

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com di SPBU Jombor, Sukoharjo, antrean kendaraan yang hendak mengisi Pertalite tampak mengular sejak siang hari.

Deretan sepeda motor dan mobil terlihat memenuhi area pengisian BBM subsidi tersebut.

Kondisi itu jauh lebih ramai dibandingkan situasi normal pada hari-hari biasa sebelum kenaikan harga Pertamax diberlakukan.

Banyak pengendara diduga memilih Pertalite karena mempertimbangkan selisih harga yang kini semakin jauh dibandingkan Pertamax.

Baca juga: 3 Perusahaan Giorgio Antonio Pacar Sarwendah yang Ngaku CEO, Jual Parfum Lokal, Ada yang Bangkrut

Kenaikan harga Pertamax membuat sebagian masyarakat mulai menghitung ulang biaya operasional kendaraan mereka.

Bagi pengguna kendaraan harian, pengeluaran untuk bahan bakar menjadi salah satu komponen yang cukup berpengaruh terhadap anggaran rumah tangga.

Karena itu, tidak sedikit pengendara yang memilih beralih ke Pertalite sebagai langkah untuk menghemat pengeluaran di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Meski kenaikan harga Pertamax baru diberlakukan, dampaknya terhadap perilaku konsumen sudah mulai terlihat di lapangan.

Ramainya antrean Pertalite di SPBU Jombor menjadi salah satu indikasi bahwa sebagian masyarakat mulai menyesuaikan pilihan bahan bakar sesuai kondisi ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.

Fenomena ini diperkirakan masih akan terus dipantau dalam beberapa hari ke depan untuk melihat apakah peralihan dari Pertamax ke Pertalite akan berlangsung secara lebih luas atau hanya terjadi sementara setelah kenaikan harga diberlakukan.

Antrean Pertalite Meningkat Setelah Harga Pertamax Naik

SPBU - Suasana SPBU Pabelan Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo pada Rabu (10/6/2026) pasca kenaikan harga BBM Pertamax 92.
SPBU - Suasana SPBU Pabelan Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo pada Rabu (10/6/2026) pasca kenaikan harga BBM Pertamax 92. (TribunSolo.com)

Supervisor SPBU Jombor Sukoharjo, Irwan Hermanto, mengatakan penyesuaian harga Pertamax diberlakukan secara nasional mulai pukul 00.00 WIB.

Menurutnya, perubahan harga BBM selalu ditetapkan oleh pihak pusat dan mulai berlaku saat pergantian hari.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/3
Tags:
Gary IskakRicha NovishameninggalSukoharjoharga bbm naikPertamax
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved