Breaking News:

Berita Klaten

Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Pekerja yang Tiap Hari Lewat Klaten Ini Bersyukur Ada KRL

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, pekerja asal Sleman yang rutin lewat Klaten pilih naik KRL.

Tayang:
Penulis: Candra Isriadhi
Editor: Candra Isriadhi
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
KENAIKAN BBM KLATEN - Stasiun Klaten, Jawa Tengah. Seorang pekerja asal Sleman, Yogyakarta yang setiap hari lewati Klaten lebih pilih naik KRL daripada kendaraan pribadi. 

Ringkasan Berita:
  • Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, menyebabkan antrean Pertalite di sejumlah SPBU, termasuk di Klaten, semakin panjang.
  • Tata (33), pekerja asal Sleman yang rutin melintas Klaten, memilih menggunakan KRL Jogja-Solo karena lebih cepat, praktis, dan nyaman dibanding naik sepeda motor.
  • Tarif KRL Jogja-Solo tetap Rp8.000 meski harga BBM naik karena mendapat subsidi PSO dari pemerintah sehingga tidak terdampak fluktuasi harga bahan bakar.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) membuat banyak masyarakat harus menyesuaikan kembali pengeluaran transportasi mereka.

Seperti diketahui, harga Pertamax mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Kenaikan sebesar Rp3.950 per liter tersebut mulai dirasakan oleh para pengguna kendaraan pribadi yang setiap hari harus mengisi bahan bakar untuk beraktivitas.

MENGULAR - Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) berdampak pada perubahan perilaku konsumen di Kabupaten Klaten. Sejumlah warga memilih beralih ke Pertalite meski harus rela mengantre lebih lama di SPBU.
MENGULAR - Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) berdampak pada perubahan perilaku konsumen di Kabupaten Klaten. Sejumlah warga memilih beralih ke Pertalite meski harus rela mengantre lebih lama di SPBU. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Klaten, dampak kenaikan harga BBM terlihat dari meningkatnya antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama pada jalur pengisian Pertalite.

Banyak pengendara memilih beralih ke BBM subsidi karena selisih harga yang semakin lebar dengan Pertamax.

Namun kondisi tersebut tidak terlalu dirasakan oleh Tata (33), seorang pekerja asal Sleman yang setiap hari bepergian ke Solo dan rutin melintasi wilayah Klaten menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo.

Menurut Tata, dampak paling terlihat dari kenaikan harga BBM saat ini adalah bertambahnya antrean kendaraan di SPBU.

"Cuma paling antrian di SPBU jadi lebih panjang terutama yang Pertalite," ucap Tata.

Baca juga: 3 Perusahaan Giorgio Antonio Pacar Sarwendah yang Ngaku CEO, Jual Parfum Lokal, Ada yang Bangkrut

Pilih KRL karena Lebih Cepat dan Nyaman

Di tengah naiknya harga BBM, Tata mengaku tidak terlalu khawatir dengan biaya transportasi yang harus dikeluarkan setiap bulan.

Pasalnya, ia memilih menggunakan KRL Jogja-Solo sebagai moda transportasi utama untuk bekerja dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

Saat ditanya alasan memilih KRL, Tata mengaku faktor kenyamanan dan efisiensi waktu menjadi pertimbangan utama.

Menurutnya, perjalanan menggunakan kereta jauh lebih praktis dibandingkan harus mengendarai sepeda motor setiap hari.

"Lebih cepat, praktis, lebih dingin daripada naik sepeda motor panas," ujarnya.

Bagi Tata yang setiap hari harus menempuh perjalanan antarkota, kenyamanan menjadi faktor penting.

Selain terhindar dari panas matahari dan hujan, perjalanan menggunakan KRL juga dinilai lebih terprediksi karena tidak terjebak kemacetan lalu lintas.

Halaman 1/2
Tags:
ijazahJokowiCiek Julyati HisyamKRLseputar klatenKlaten
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved