Breaking News:

Berita Viral

Harga BBM Pertamax Naik, Pengendara di Bone Pilih Beralih ke Pertalite Agar Hemat: Selisih Banyak

Harga BBM Pertamax naik, pengendara di Bone pilih beralih ke Pertalite agar hemat: selisih banyak.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  •  Kenaikan harga BBM jenis Pertamax mulai memengaruhi besar pengeluaran masyarakat.
  • Harga Pertamax mengalami lonjakan yang cukup besar dan dirasakan langsung oleh para pengguna kendaraan.
  • Banyak warga yang mulai mencari alternatif lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran harian.
 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kenaikan harga BBM jenis Pertamax mulai memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam memilih bahan bakar untuk kendaraan mereka sehari-hari.

Di Kabupaten Bone, sejumlah warga yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini mulai mempertimbangkan kembali pengeluaran mereka dan beralih ke Pertalite.

Perubahan tersebut terjadi setelah harga Pertamax mengalami lonjakan yang cukup besar dan dirasakan langsung oleh para pengguna kendaraan.

Salah satu warga yang merasakan dampaknya adalah Ayu Puspita Ningsih, warga Kelurahan Majang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Selama beberapa tahun terakhir, Ayu dikenal lebih memilih menggunakan Pertamax untuk menunjang aktivitas hariannya.

Namun alasan utamanya ternyata bukan semata-mata karena kualitas bahan bakar tersebut, melainkan faktor kenyamanan saat melakukan pengisian.

"Kalau isi Pertalite biasanya antreannya cukup panjang, jadi saya pilih Pertamax supaya lebih cepat dan tidak banyak membuang waktu," ujar Ayu, Rabu (10/6/2026).

Menurut Ayu, efisiensi waktu menjadi pertimbangan penting karena aktivitas yang padat membuatnya enggan menghabiskan waktu terlalu lama di SPBU.

Bahkan dalam kondisi tertentu, ia mengaku lebih memilih membeli bensin secara eceran ketika sedang terburu-buru dibanding harus menunggu antrean panjang di jalur pengisian.

Namun situasi kini berubah drastis setelah kenaikan harga Pertamax membuat banyak pengguna mulai menghitung ulang biaya operasional kendaraan mereka.

Baca juga: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Pekerja yang Tiap Hari Lewat Klaten Ini Bersyukur Ada KRL

BBM NAIK- Potret antrean kendaraan di SPBU jalan Jendral Ahamd Yani Kecamatan Tanete Riattang Barat, Rabu (10/6/2026). Dulu hindari antrean, kini warga Bone kembali gunakan pertalite.
BBM NAIK- Potret antrean kendaraan di SPBU jalan Jendral Ahamd Yani Kecamatan Tanete Riattang Barat, Rabu (10/6/2026). Dulu hindari antrean, kini warga Bone kembali gunakan pertalite. ((Ist)/Tribun-timur.com/Wahdaniar)

Pertimbangan ekonomi perlahan mengalahkan faktor kenyamanan yang selama ini menjadi alasan utama memilih BBM non-subsidi tersebut.

Fenomena ini tidak hanya dialami Ayu, tetapi juga dirasakan banyak warga lain yang mulai mencari alternatif lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran harian.

Akibatnya, antrean di jalur Pertalite kembali diperkirakan akan semakin padat seiring bertambahnya pengguna yang beralih dari Pertamax.

Perubahan pola konsumsi BBM ini menjadi gambaran nyata bagaimana kebijakan harga energi dapat langsung memengaruhi keputusan masyarakat dalam waktu singkat.

Di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat, banyak warga kini memilih menyesuaikan diri demi menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga mereka.

Pilih Beralih ke Pertalite

Ayu menyebut harga Pertamax yang sebelumnya berada di kisaran Rp12.300 per liter kini telah mencapai Rp16.200 per liter.

Menurutnya, selisih harga tersebut cukup terasa jika dihitung dalam penggunaan kendaraan setiap bulan.

Karena itu, ia memutuskan untuk kembali menggunakan Pertalite agar pengeluaran untuk bahan bakar dapat lebih ditekan.

"Kalau dipakai setiap hari, selisihnya lumayan besar. Makanya sekarang saya lebih sering isi Pertalite," katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Kecamatan Tanete Riattang, Saparuddin yang mulai mengurangi penggunaan Pertamax mulai hari ini. 

Ilustrasi BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Solar.
Ilustrasi BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Solar. (setkab.go.id)

Baca juga: Harga BBM Pertamax Naik 32 Persen, Pengendara di Makassar Pilih Ganti ke Pertalite: Menyusahkan

Sapar mengaku selama ini menggunakan Pertamax untuk mengisi penuh tangki sepeda motor Yamaha NMAX miliknya.

Sebelum terjadi kenaikan harga, ia biasanya hanya mengeluarkan sekitar Rp80 ribu untuk mengisi penuh tangki motornya.

Namun saat mencoba mengisi penuh setelah kenaikan harga terbaru, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp115 ribu.

"Tadi saya isi full tank NMAX, habis sekitar Rp115 ribu. Padahal biasanya cuma sekitar Rp80 ribu sebelum harga naik," ungkapnya. 

Menurutnya, kenaikan tersebut cukup memberatkan bagi pengguna kendaraan yang setiap hari mengandalkan sepeda motor untuk beraktivitas.

Karena itu, Sapar memilih kembali menggunakan Pertalite sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

"Kalau selisihnya seperti ini, saya rasa lebih baik kembali ke Pertalite dulu. Yang penting kendaraan tetap bisa dipakai untuk aktivitas sehari-hari,"tandasnya.

Sapar menilai banyak pengendara memiliki pertimbangan yang sama sehingga penggunaan Pertalite berpotensi meningkat dalam beberapa waktu ke depan seiring naiknya harga BBM non subsidi.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunTimur/ Wahdaniar)


Tags:
Mirwan MSAceh SelatanPrabowoBBMPertamaxPertaliteBone
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved