Breaking News:

Bagikan Cerita Suram Masa Kecilnya, Marion Jola Disebut Mau Diajak ke 'Semak-semak' Demi Rp 2 ribu

Marion Jola membagikan kisah masa kecilnya yang tak semanis anak-anak kebanyakan, bahkan ia sempat difitnah di ajak ke 'semak-semak' demi Rp 2 ribu.

Editor: Desi Kris
Kolase TribunNewsmaker - Instagram/lalamarionmj
Marion Jola 

Selalu ingin menonjol

Keinginan menjadi pribadi yang menonjol itu ternyata juga dirasakan Marion saat berada di sekolah.

Marion berkisah, di sekolah ia selalu ingin menjadi yang nomor satu. Setiap guru bertanya kepada siswa, ia selalu mengacungkan jari meski saat itu ia tak tahu jawabannya.

"Misalnya ditanya aku yang mau jawab. Intinya aku mau tahu atau enggak jawabannya ya aku suka sok tahu. Atau misalnya disuruh mewakili sekolah maunya aku gitu, pokoknya semua aku. Mau yang kelihatan, yang nomor satu," tuturnya.

Tak hanya itu, di sekolah ia kerap berpenampilan berbeda dengan siswa lain. Marion mengaku kerap mengenakan pita-pita besar agar menarik perhatian orang.

Ternyata kekhawatiran orang tua Marion benar-benar terjadi.

Keinginan Marion untuk serba menonjol ternyata membuatnya sering dibuli. Ia pun akhirnya tak memiliki banyak teman di sekolah.

Gosip negatif bermunculan

Tak hanya bully-an, ternyata gosip-gosip tak sedap juga menyelimuti kehidupan Marion sedari kecil.

Ia berkisah, pada suatu waktu ia dan keluarga baru saja pindah ke Sumba Tengah.

Sebagai anak baru Marion tak memiliki teman.

Saat itu Marion mengikuti lomba bernyanyi, namun sepulang dari perlombaan asisten rumah tangga Marion datang dengan berita buruk.

Ternyata para tetangga dan anak-anak sekitar yang belum dikenal Marion menyebarkan gosip buruk tentangnya.

"Anak SD waktu itu aku kelas 5 kelas 6, aku tuh digosipinnya gini, 'Lala itu kalau dikasih Rp 2.000 mau diajak ke mana aja ngapain aja, di semak-semak pun mau'," ujar Marion.

"Sejahat itu dan itu aku masih kecil," lanjutnya.

Marion merasa sangat sedih dengan gosip yang beredar di masyarakat saat itu karena faktanya, ia bahkan jarang keluar rumah untuk bermain.

Sempat stres

Marion mengatakan, bully-an yang diterimanya itu ternyata memengaruhi kondisi psikologisnya.

Ia kerap pulang dari sekolah dengan berlinang air mata karena merasa sakit hati.

Setiap Marion merasa tertekan, ia juga mengaku merasakan migrain. Hal ini sangat mengganggu hari-harinya.

Menanggapi keluhan putrinya, ibunda Marion hanya dapat menenangkan dan meminta Marion tak menyimpan dendam.

"Mama bilang emang susah cari teman sayang kalau memang orang-orang pada iri. Apalagi aku anak dari Kupang, waktu itu SD sudah bawa handphone kan emang minta dibuli begitu," kata dia.

Beruntung, karakter ayah Marion yang tegas dan ibunda yang religius berhasil membuat Marion bangkit dari keterpurukan.

Ia akhirnya dapat mengampuni kesalahan-kesalahan orang yang pernah membulinya dan berdamai dengan diri sendiri.

Marion juga dapat mengarahkan karakter selalu ingin menonjol itu ke arah yang lebih positif.

Kini, dengan kepercayaan diri dan keinginan Marion menjadi nomor satu itu membuatnya masuk dalam jajaran penyanyi sukses di Indonesia. (*) (TribunNewsmaker/*)

Sebagian Artikel Ini telah tayang di Tribun Solo dengan judul Cerita Suram Masa Kecil Marion Jola, Disebut Saat SD Mau Diajak 'ke Semak-semak' Demi Rp 2000

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved