Breaking News:

Fakta Penangkapan Penyerang Novel Baswedan, Tanggapi Dugaan Motif Dendam Pribadi, Istri Khawatir

Deretan fakta penangkapan penyerang Novel Baswedan. Ungkap sejumlah kejanggalan hingga istri Novel Baswedan khawatirkan soal ini.

Penulis: ninda iswara
Editor: ninda iswara
TribunNewsmaker.com Kolase/ KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG/ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO
Novel Baswedan 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Aparat kepolisian berhasil menangkap dua pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan pada Kamis 27 Desember 2019 kemarin.

Kedua pelaku dibekuk aparat kepolisian di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Perlu waktu 2,5 tahun untuk menangkap pelaku penyerangan Novel Baswedan.

Novel Baswedan disiram air keras (asam sulfat) oleh orang tak dikenal.

Novel Baswedan
Novel Baswedan (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Peristiwa tersebut terjadi seusai Novel Baswedan menunaikan salat subuh di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Penyiraman air keras tersebut menyebabkan Novel Baswedan mengalami luka di bagian matanya.

Bahkan Novel Baswedan sampai menjalani operasi di kedua matanya.

Dari hasil operasi, mata kiri Novel Baswedan sudah tak bisa melihat sama sekali.

Dua tahun berlalu, tak ada kejelasan mengenai siapa pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Kini setelah 2,5 tahun terkatung-katung, kasus Novel Baswedan mengalami perkembangan.

Dua orang pelaku penyerangan Novel Baswedan diamankan oleh pihak kepolisian pada Jumat 27 Desember 2019 kemarin.

Berikut deretan fakta penangkapan dua pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

1. Pelaku anggota Polri

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (11/4/2019). Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan.
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (11/4/2019). Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan. (ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO)

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan keterangan terkait penangkapan dua pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved