Breaking News:

Kisah Punggawa Keraton Agung Sejagat, Bertugas Menyambut Tamu & Tulis Daftar yang Datang

Puji, punggawa Keraton Agung Sejagat uraikan tugas selama di Keraton Agung Sejagat, harus bertugas menyambut tamu dan tulis daftar nama tamu

Editor: Talitha Desena
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati, KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA dan IST/Facebook
Kisah Punggawa Keraton Agung Sejagat, Bertugas Menyambut Tamu & Tulis Daftar yang Datang 

Itulah alasan istana Keraton Agung Sejagat didirikan di daerah Pogung.

"Nenek moyang saya menceritakan jika, akan ada istilahnya 'pasar ilang kumandange'
dan percaya akan kedatangan Kaisar Sinuhun yang merupakan titisan keturunan eyang Majapahit," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/1/2020).

Ia mengaku selama menjadi punggawa tidak pernah membayar iuran untuk masuk keraton.

"Paling kalau keluar uang kalau kita berangkat ke sini naik motor, bensinnya sendiri," jelasnya.

Istana Keraton Agung Sejagat menurut Puji sangat terbuka sehingga banyak pengunjung yang datang ke wilayah keraton.

Terkait pembiayaan kerajaan termasuk pembuatan seragam, Puji mengatakan menggunakan biaya sendiri.

"Tidak ada janji-janji, paling adalah wejangan seperti menceritakan sejarah Jawa, dan misinya adalah menyejahterakan masyarakat dalam hal sandang pangan papan," jelasnya.

 Calon pendopo Keraton Agung Sejagat di Purworejo masih dalam proses pembangunan.
Calon pendopo Keraton Agung Sejagat di Purworejo masih dalam proses pembangunan.
Dibangun di tanah milik 'adipati'

Istana Keraton Agung Sejagat didirikan di rumah dan lahan Cikmawan (53) warga asli RT 3 RW 1 Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan.

Cikmawan adalah Adipati Djajadiningrat dan bagian dari punggawa keraton. Dia juga sebagai koordinator ndalem Keraton Agung Sejagat.

Dilansir dari Tribunnews.com, di halaman istana terdapat bangunan kerangka mirip tiang dari kayu yang berdiri kokoh. Masyarakat sekitar menyebut bangunan tersebut bakal untuk pendopo.

Tidak jauh terdapat sebuah kolam yang memiliki sumber air yang tidak terlalu jernih.

Di sudut lain, terlihat sebuah batu besar yang diletakkan di pendopo kecil sehingga tidak terkena hujan dan panas secara langsung.

Cikmawan, pemilik lahan yang juga menjadi koordintaor ndalem keraton menyakini bahwa Totok yang disebut sinuhun adalah seorang kaisar.

"Sinuhun itu adalah kaisar, setelah nantinya diangkat menjadi kaisar nantinya dia akan pindah di situ," kata Djajadiningrat.

(Tribunnewsmaker/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Puji Punggawa Keraton Agung Sejagat, Bergabung Tahun 2015 dan Bertugas Menyambut Tamu

 
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Tags:
Keraton Agung SejagatJawa TengahPurworejo
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved