100 Hari Pemerintahan Jokowi, Kinerja Erick Thohir & Nadiem Makarim Dinilai Baik Tapi Ada Kendala
Ini penilaian untuk kinerja Menteri BUMN Erick Thohir dan Mendikbud Nadiem Makarim dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi & Wakil Presiden Maruf Amin
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sepak Terjang Erick Thohir
Sementara itu untuk Erick Thohir, Agus menyebut mantan bos Inter Milan memiliki gagasan baik untuk memperbaiki BUMN.
"Sebagai orang yang memiliki track record cukup baik di dunia usaha, gagasan-gagasan untuk memperbaiki BUMN sudah kelihatan," ucap Agus.
Akan tetapi, Agus juga menyebut adanya kendala yang dimiliki Erick.
Menurut Agus, Erick tak memiliki teman.
"Erick Thohir di BUMN gak punya teman. Saya melihat dia lonely," ungkapnya.
"Saya khawatir, ide-ide dan terobosan-terobosan akan hilang ditelan angin," lanjut Agus.
• Catatan 100 Hari Pertama Jokowi-Maruf Amin, Susunan Kabinet hingga Polemik Politik, Hukum dan HAM
Orang-orang seperti Erick di BUMN dianggap Agus terlalu sedikit.
"Kalau pun ada beberapa teman-teman yang semacam dia cuma sedikit, seperti Ahok misalnya," ungkapnya.
Diketahui, permasalahan yang dihadapi Erick di BUMN terbilang pelik.
Mulai dari bongkar pasang BUMN, hingga dihadapkan permasalahan seperti kasus Garuda hingga Jiwasraya.
Awal kepemimpinannya di BUMN, Erick langsung melakukan gebrakan melakukan 'bersih-bersih' di tubuh BUMN.
Dilansir Kompas.com, langkah pertama yang diambil Erick mencopot enam deputi dan satu sekertaris Kementerian BUMN di era Rini Soemarno.
Ketujuh orang tersebut, yakni Edwin Hidayat Abdullah, Hambra, Fajar Harry Sampurno, Wahyu Kuncoro, Aloysius Kiik Ro, Gatot Trihargo dan Imam Aprianto Putro.
Langkah tersebut diambil Erick dalam rangka merampingkan struktur deputi di Kementerian BUMN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/mendikbud-nadiem-makarim-dan-menteri-bumn-erick-thohir.jpg)