Breaking News:

Kronologi Siswi SMP di Purworejo Dipukuli Kakak Kelas, Korban Kerap Dipalak, Ganjar Pranowo Bergerak

Kronologi siswi SMP di Purworejo dipukuli kakak kelas. Korban mengaku kerap dimintai uang. Ganjar Pranowo turun tangan.

Editor: ninda iswara
Kolase TribunNewsmaker/ Istimewa & Tribun Jateng (Daniel Ari Purnomo)
Masyarakat Minta 3 Pelaku Bully di SMP Purworejo Diberi Sanksi Berat, Ganjar Pranowo: Apa Menurutmu? 

Walaupun ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak menahan tiga siswa tersebut karena ancaman hukuman mereka di bawah lima tahun.

Perundungan yang dilakukan oleh tersangka pada CA diduga sudah sering dilakukan.

Nuryani, bibi CA bercerita jika keponakannya mengeluhkan kenakalan teman-temannya di sekolah.

Ia juga mengeluh sakit dan pegal-pegal.

3 Pelaku Bully SMP di Purworejo Ciut Setelah Ditangkap, Ganjar Pranowo Minta Diberi Sanksi Ini

Alasan 3 Siswa SMP Purworejo Bully Teman, Sakit Hati Perkara Uang 2000 Rupiah & Rampas Ini

"Budhe awakku loro kabeh (badanku sakit semua). Aku ditendangi kancane nang sekolahan (aku ditendangi teman di sekolah),"ujar Nuryani, Kamis (13/2/2020), menirukan keluhan CA dalam bahasa Jawa.

Nuryani sempat menanyakan kepada CA masalah yang membuat ia dipukuli.

"Lha kok iso, opo siro nakal? Ora budhe, koncoku nakal kabeh (Kok bisa, apa kamu nakal? tidak bude, temanku nakal semua),"kata Nuryani mengulang percakapannya dengan CA kala itu.

Ia mengaku telah mengetahui keponakannya itu sering mendapat perlakuan tak baik dari teman-temannya.

Namun ia tak mengira keponakannya ternyata dipukuli.

 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (13/2/2020)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (13/2/2020)(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Ganjar angkat suara

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespon peristiwa bullying siswi SMP di Purworejo dengan menelepon kepala sekolah tempat terjadinya perundungan pada Rabu (12/2/2020) malam.

Sementara, pada Kamis (13/2/2020) pagi, Ganjar telah mengutus Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk bertemu dengan korban dan keluarga korban.

Ganjar mengungkapkan, korban bullying tersebut ternyata anak berkebutuhan khusus.

Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada kedua orangtua korban untuk menempatkan anaknya ke sekolah untuk berkebutuhan khusus.

"Maka kita sedang merayu kepada kedua ortunya untuk menyekolahkan si anak ke sekolah berkebutuhan khusus agar pas dan sesuai dengan keinginan," kata Ganjar.

Selain itu Ganjar Pranowo mengusulkan sekolah tempat terjadinya perundungan ( bullying) di Purworejo untuk ditutup atau dilebur dengan sekolah lain.

Ide itu dilontarkan Ganjar karena SMP di Purworejo, tempat terjadinya perundungan, jumlah muridnya hanya 21 orang.

Ganjar Pranowo Tanggapi Video Viral Pembullyan Siswi SMP di Purworejo, Akui Sudah Hubungi Kepsek

"Sekarang saya lagi minta regulasinya ditata dan saya minta kepada semua pemangku kepentingan pendidikan yang begini boleh tidak sih dilikuidasi? Saya kira kalau seperti itu tidak ada muridnya atau tidak bisa keluar dengan baik ditutup saja atau digabung dengan sekolah kiri kanannya,” kata Ganjar, Kamis (13/2/2020).

Pemikiran untuk melebur sekolah itu dilontarkan karena Ganjar curiga SMP itu sebenarnya sudah tidak punya lagi kapasitas untuk menyelenggarakan pendidikan.

Selain itu Ganjar juga mengingatkan agar proses peradilan untuk anak di bawah umur digelar secara tertutup sesuai Undang-undang Perlindungan Anak.

“Saya hanya mengingatkan saja karena pelakunya kan masih anak-anak di bawah umur jangan disamakan dengan pidana umum yang lain. Maka saya titip karena mereka butuh perlindungan dan perhatian khusus, ” kata Ganjar. (TribunNewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Duduk Perkara Siswi SMP Purworejo Dipukuli Kakak Kelas, Berawal dari Dimintai Uang Rp 2.000

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved