Virus Corona
Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Keluarga, Anggota DPRD Jadi Jaminan, Ternyata Ini Alasannya
Keluarga ambil jenazah pasien positif Covid-19 dengan jaminan anggota DPRD. Terungkap alasannya.
Editor: ninda iswara
“Almarhum sudah berpesan, jangan dibawa ke rumah sakit karena takut divonis Covid-19.
Tapi saya yang datang membesuk Beliau dan memberikan penjelasan.
Bahkan saya menjamin, bahwa akan mendapat penanganan yang baik dari pihak rumah sakit," kata Andi.
Andi Hadi menjelaskan bahwa dirinya termasuk dalam tim Gugus Tugas Covid-19 Makassar di bagian pemakaman jenazah.
Menurut Andi, hasil rapid test pasien memang menunjukkan reaktif.
Namun saat jenazah dibawa untuk dimakamkan, hasil tes swab belum keluar.
“Jenazah dipulangkan, karena hasil swab tesnya belum keluar.
Masa jenazah harus menunggu hasil swab tesnya keluar?
Ini persoalan hasil swab tes pasien yang lama di Makassar," kata Andi Hadi.
Menurut Andi, pihak rumah sakit akhirnya memberikan jenazah.
Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka yang dihadiri keluarga, kerabat, tetangga, serta murid-murid SMA 6 di tempat almarhum mengajar.
Belakangan diketahui positif
Menurut Andi, informasi mengenai hasil tes swab pasien baru diketahui saat jenazah dishalatkan di masjid dekat rumah duka.
Saat itu baru ada kabar dari pihak rumah sakit bahwa jenazah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab.
• Takut Jenazah Pasien Corona Makin Membusuk, Brasil Terpaksa Usik Mayat 3 Tahun Lalu, Ini Tujuannya
• Jenazah PDP Covid-19 Tak Dibungkus Kain Kafan dan Hanya Gunakan Popok Viral, Ini Penjelasan RS
“Tapi apa boleh buat, tetap diselenggarakan dengan syariat Islam berdasarkan pula permintaan almarhum tanpa protokol Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/keluarga-ambil-jenazah-pasien-covid-19-setelah-dijamin-anggota-dprd-di-makassar-sabtu-2762020.jpg)