Breaking News:

Ingat Gilang Fetish Kain Jarik? Pelaku Akhirnya Disidang & Didakwa Pasal Berlapis, Ini Nasibnya

Gilang fetish kain jarik akhirnya disidang dan didakwa pasal berlapis, ini reaksinya saat siang

Kolase/IST/twitter/@yusril_kurzah dan @m_fikris
Gilang, terduga pelaku pelecehan seksual fetish kain jarik 

Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan tim Help and Counselling Center Unair.

"Kami tetap akan berkoordinasi dengan Tim Help Center Unair dan akan meminta keterangan lebih lanjut dari para korban," kata Johnny Eddizon Isir.

2. Polisi sita barang bukti

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Sederet barang bukti yang diamankan polisi yakni satu lembar kain jarik batik, lembar kain putih, tali benang warna putih, tali benang warna hitam dan alat komunikasi.

"Motifnya adalah rangsangan yang bersifat seksual dari orang dengan kondisi sudah dibungkus kain jarik," ujar Johnny Eddizon Isir.

3. Akan dilakukan pemeriksaan dengan psikiater

Terkait kasus Gilang fetish kain jarik, polisi juga akan memeriksaan kondisi kejiwaan pelaku dengan psikiater dan para ahli.

Hal ini disampaikan oleh Johnny Eddizon Isir ketika ditanya apakah Gilang memiliki kelainan seksual atau tidak.

"Nanti akan dilakukan pemeriksaan kepada psikiater terhadap tersangka, dan mendapatkan keterangan ahli tentang kecenderungan perilaku seksual.

Terutama kondisi kejiwaan dari tersangka. Nanti kami dalami lagi," ujarnya.

Polisi juga mengatakan kalau kemugkinan jumlah korban pelecehan seksual Gilang fetish kain jarik bisa bertambah.

Pihak mereka pun akan berusaha membantu mengembalikan kondisi korban yang trauma.

"Tidak menutup kemungkinan jumlah korban bisa bertambah.

Yang jelas kami akan berusaha mengembalikan kondisi korban menjadi baik dan tidak depresi," pungkas Johnny Eddizon Isir.

4. Ancaman penjara

Terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Gilang fetish kain jarik, ia bisa dijatuhi hukuman dengan ancaman enam tahun penjara.

"Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 27 ayat (4) Juncto pasal 45 ayat (4) dan atau pasal 29 Juncto pasal 45B UU 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau pasal 335 KUHP dengan ancaman 6 Tahun penjara," ujarnya dalam konferensi pers di Polrestabes Surabaya, Sabtu siang (8/8/2020), ujar Johnny Eddizon Isir.

Hal ini disebabkan Gilang sengaja melakukan pemerasan hingga mengancam korban.

"Ini dihadapkan pada dugaan tindakan tersangka yang sengaja melakukan pemerasan dan pengancaman kepada korban melalui elektronik," sambungnya.

5. Tanggapan pakar psikologi

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel ikut memberikan tanggapan terkait apa yang dilakukan oleh Gilang.

Reza Indragiri mengungkap analisanya terkait hal tersebut dalam vlog Helmy Yahya.

"Kalau dia sudah berulang kali melakukannya dengan pakai kain jarik, maka termasuk fetistic disorder. Disini bukan lagi bicara perilaku seks tetapi sudah ada pelecehan seksual.

Sehingga bisa dibilang dia sudah terobsesi dengan fetish," ujar Reza Indragiri.

Reza Indragiri menuturkan, kasus mendasar dari pelaku fetish kain jarik itu pelecehan seksual dan kejahatan seksual lantaran korban sempat menolak perlakuan Gilang.

"Kalau kita buka KUHP, istilah yang dipakai pencabulan," ujar Reza Indragiri.

Reza Indragiri lanjut menjelaskan tentang gairah seseorang hingga bisa mencapai orgasme dengan benda di luar seks karena memiliki fetish tertentu.

"Jadi dia mengandalkan stimulasi visual atau mungkin audio dari kejauhan," papar Reza Indragiri.

Dalam kasus Gilang fetish kain jarik, Reza mengatakan bahwa ada tiga persoalan yang harus ditangani dengan tepat.

"Pertama tentang fetishnya, kedua orientasi seksual, ketiga kejahatan seksualnya," terang Reza Indragiri.

Kemudian, Reza Indragiri menerangkan beberapa terapi pengobatan yang bisa diterapkan untuk pelaku fetish kain jarik tersebut.

"Yang bersangkutan harus diedukasi kembali agar terjadi perubahan berpikir yang ujungnya perubahan perilaku terkait minder sikap perilaku, sehingga individu menemukan kembali keberdayaan dirinya, keunggulannya dengan cara yang martabat," tegas Reza Indragiri.

Tak hanya itu, Reza Indragiri menyatakan, temukan trauma pelaku dan cari cara menghadapinya.

"Mustahil trauma dilupakan tetapi aku mampu menghadapinya dengan cara bertanggungjawab. Jadi bantu bersangkutan menemukan traumanya yang terjadi di usia dini," ujar Reza Indragiri. 

(Tribunnewsmaker.com/Tribun Jatim/Ninda)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Gilang 'Fetish Kain Jarik' Jalani Jalani Sidang, JPU Dakwa Pakai Pasal Berlapis

Dan di Tribunnews.com, Ingat Gilang Fetish Kain Jarik? Akhirnya Disidang & Didakwa Pasal Berlapis, Mengakui Perbuatannya

Ikuti kami di
Editor: Talitha Desena
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved