Breaking News:

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Copot Baliho Rizieq Shihab, Pangdam Jaya Usul FPI Dibubarkan: Kalau Coba-coba dengan TNI, Mari!

Dudung mengakui bahwa dirinyalah yang meminta pasukannya untuk menurunkan baliho tersebut.

Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Talitha Desena
YouTube/ Kompas TV
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Beberapa hari terakhir warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang berseragam TNI menurunkan spanduk dan baliho Pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Sontak, video itu jadi viral di media sosial mengingat Imam Besar FPI sedang jadi pembicaraan hingga saat ini.

Mengenai hal ini, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman angkat bicara.

Dudung mengakui bahwa dirinyalah yang meminta pasukannya untuk menurunkan baliho tersebut.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," ujarnya.

Baca juga: Sosok Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang Turunkan Baliho Rizieq Shihab, Jangan Seenaknya

Baca juga: Nikita Mirzani Pertanyakan Kesehatan Habib Rizieq, Vanessa Angel Flashback, Aku Hamil Besar Datang

Baca juga: Nikita Mirzani Soroti Kesehatan Habib Rizieq, Vanessa Angel: Aku Hamil Besar Dipanggil Polisi Datang

Dudung kemudian menjelaskan kronologi pencopotan baliho tersebut.

Awalnya, jelas Dudung, sejumlah petugas Satpol PP sudah menurunkan baliho yang dipasang tanpa izin tersebut.

Namun, pihak FPI malah kembali memasang baliho-baliho yang dimaksud.

Atas alasan tersebut, jajaran TNI kemudian ikut turun tangan.

Baca juga: POPULER - Anies Diperiksa Soal Acara Rizieq, Rocky Sentil Mahfud: Dia Pikir Buzzer Beri Info Benar

"Ini negara negara hukum, harus taat kepada hukum."

"Kalau pasang baliho itu sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu," kata Dudung di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Dudung kemudian mengusulkan agar FPI dibubarkan saja.

"Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja."

"Kalau coba-coba dengan TNI, mari."

"Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur, suka-sukanya sendiri."

"Ingat, saya katakan itu (penurunan baliho Rizieq) perintah saya," katanya.

Dudung memastikan bahwa operasi untuk menurunkan baliho Rizieq masih akan terus berlanjut.

"Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," katanya.

Pangdam Jaya juga membenarkan adanya patroli pasukan TNI dengan kendaraan taktis di Petamburan III, dekat markas FPI.

Baca juga: Relawan Mengundurkan Diri, Geram Satgas Kirim 20.000 Masker ke Rizieq Shihab: Harusnya Ditertibkan

Hal itu menjawab video pergerakan pasukan yang beredar di media sosial.

Menurut Pangdam Jaya, tindakan pasukan TNI di Petamburan itu memang kegiatan patroli rutin untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Dudung lalu mengingatkan Rizieq Shihab dan FPI bahwa akan ada konsekuensi jika mencoba mengganggu persatuan di wilayah Kodam Jaya.

"Jangan coba-coba ganggu persatuan dan kesatuan di Jakarta. Saya panglimanya."

"Kalau coba-coba, akan saya hajar nanti," kata Dudung.

Mendengar pernyataan Dudung itu, prajurit TNI yang berada di Monas langsung bertepuk tangan.

Dudung kemudian merespons itu.

"Semua prajurit mendukung. Siap kalian, ya?" kata Dudung.

"Siaaap," jawab para prajurit TNI kompak.

Rizieq Shihab menjadi sorotan setelah pulang dari Arab Saudi, Selasa pekan lalu.

Tak hanya soal baliho ilegal, kepulangan Rizieq juga disorot karena menimbulkan kerumunan massa.

Padahal, kerumunan massa dalam jumlah besar dilarang saat ini karena ada pandemi Covid-19.

Kerumunan massa yang melibatkan Rizieq dan para simpatisannya itu kini berbuntut panjang.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca juga: Polisi Bentuk Tim untuk Selidiki Acara Rizieq Shihab, Sejumlah Pejabat Daerah Akan Ditanya Soal Izin

Polda Metro Jaya juga memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan beberapa pejabat lain terkait penyelenggaraan acara Rizieq itu.

Relawan Mengundurkan Diri

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat berceramah dalam acara Maulid Nabi di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020)
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat berceramah dalam acara Maulid Nabi di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) (YouTube Front TV)

Di sisi lain, sejumlah relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memutuskan untuk mengundurkan diri.

Bukan tanpa alasan, mereka mundur lantaran geram dengan langkah Satgas Covid-19 beberapa waktu terakhir.

Seperti diketahui, Satgas Covid-19 sempat memfasilitasi acara kerumunan yang digelar Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Mereka menyumbang puluhan ribu masker dan hand sanitizer untuk acara tersebut.

Menurut relawan, Satgas Covid-19 seharusnya menertibkan acara tersebut, bukan malah menyumbang alat medis.

Baca juga: FPI Tak Terima Cuma Kerumunan Habib Rizieq yang Dipermasalahkan, Gibran Rakabuming Ikut Disentil

Baca juga: Relawan Covid19 Mundur, Kecewa Massa Habib Rizieq Difasilitasi, Kepala BNPB: 8 Bulan Saya Tak Pulang

Baca juga: Polisi Bentuk Tim untuk Selidiki Acara Rizieq Shihab, Sejumlah Pejabat Daerah Akan Ditanya Soal Izin

"Pemberian 20.000 masker dan hand sanitizer itu menuai protes termasuk dari relawan."

"Mestinya acara itu ditertibkan sesuai protokol kesehatan, bukan malah disumbang masker sebanyak itu," kata Abdul Mufid, salah satu relawan, membacakan pernyataan sikap di depan Hotel The Media, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Abdul, langkah Satgas Covid-19 yang menyumbangkan masker dan hand sanitizer bisa diartikan bahwa Satgas mendukung kegiatan kerumunan di markas FPI itu.

Sontak, hal tersebut jadi menciderai perasaan relawan yang selama ini sudah bekerja.

"Tindakan yang dilakukan itu telah mencederai usaha yang sudah kami bangun selama delapan bulan terakhir," kata Abdul.

Baca juga: Dari Bupati Bogor hingga Gubernur Jabar, 10 Orang Ini Akan Dipanggil Terkait Acara Rizieq Shihab

Ia menyatakan mosi tidak percaya terhadap pimpinan Satgas Penganan Covid-19 dan jajarannya.

Karena itu, mereka mengundurkan diri.

"Kami Relawan Satgas Penanganan Covid-19 akan tetap berkomitmen melanjutkan aktivitas kemanusiaan sebagai Relawan Pencegahan Covid-19 di lembaga dan cara masing-masing," kata Abdul.

Setelah membacakan pernyataan sikap itu, puluhan relawan melepaskan rompi dan ID Card masing-masing.

Mereka menumpuk rompi dan ID card itu.

Aksi itu diikuti sekitar 20 orang relawan.

Namun, Agus mengklaim aksi mengundurkan diri ini sudah disetujui oleh 2.000 orang relawan Satgas Covid-19 se-Jabodetabek.

Hanya saja tak semuanya mengikuti acara pernyataan sikap itu mengingat kondisi pandemi.

"Kan kami tidak boleh buat kerumunan."

"Jadi ini hanya perwakilan saja," kata dia.

Baca juga: Anies Diperiksa Soal Acara Rizieq, Rocky Gerung Sentil Mahfud MD: Dia Pikir Buzzer Beri Info Benar

Saat menanggapi aksi tersebut, Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Andre Rahadian mengatakan bahwa pihaknya memahami perasaan beberapa relawan yang melakukan aksi tersebut.

“Kami menerima ini sebagai bentuk aspirasi beberapa orang relawan."

"Kami menampung aspirasi ini. Tapi kami yakin dalam hati kecil para relawan mereka tetaplah relawan."

"Apalagi selama ini sudah terbukti kerja para relawan mampu membantu warga yang mengalami masa sulit selama wabah coronavirus ini,” ucap Andre.

Doni Monardo: Bukan Upaya Dukungan

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Istimewa)

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo memberikan penjelasan mengenai pemberian masker dan hand sanitizer ke acara Rizieq Shihab di Petamburan.

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab itu menggelar pernikahan putrinya di kediamannya di Petamburan, Jakarta Barat.

Pemberian masker dan hand sanitizer di acara tersebut menuai pro dan kontra.

Pasalnya, acara yang diselenggarakan mengundang puluhan ribu orang.

Sedangkan saat ini masih dalam pandemi Covid-19 dan masyarakat diminta untuk tidak berkerumun.

Bentuk pemberian masker itu sontak saja menjadi sorotan publik.

Baca juga: Beri Masker ke Acara Habib Rizieq Tuai Pro Kontra, Doni Monardo Minta Maaf, Beri Penjelasan Ini

Baca juga: Doni Monardo Soroti Kerumunan di Acara Habib Rizieq, Minta Anies Baswedan Tegakkan Perda Covid-19

Potret suasana Maulid Nabi dan pernikahan anak Habib Rizieq
Potret suasana Maulid Nabi dan pernikahan anak Habib Rizieq (Kompas.com/Ihsanuddin)

Pemerintah dituding mendukung acara tersebut.

Mengenai hal itu, Doni Monardo pun memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan pemberian masker dan hand sanitizer bukan merupakan suatu bentuk dukungan digelarnya kegiatan di Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (14/11/2020) malam.

"Pemberian masker ini bukanlah merupakan bagian dari upaya mendukung acara," ujar Doni dalam Konferensi Pers secara virtual dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu, Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjelaskan bahwa pemberian masker merupakan langkah terakhir setelah sebelumnya kegiatan di Petamburan dinilai tak dapat lagi dicegah.

Oleh karena itu, lanjut Doni, langkah pemberian masker semata-mata untuk tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tak terpapar Covid-19.

"Sehingga jalan terakhir adalah memberikan masker.

Semata-mata adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui, Pemerintah Pusat juga telah mengimbau melalui Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk melarang aktivitas yang menimbulkan kerumunan.

Ia menambahkan, Satgas Penanganan Covid-19 sejak awal selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mulai dari Gubernur Anies Baswedan, Wakil Gubernur A Riza Patria hingga pejabat dinas terkait.

Namun, Doni mengakui bahwa apa yang telah dilakukan demi menegakkan perlindungan kepada masyarakat dari penularan Covid-19 sempat menuai pro dan kontra.

Sebabnya, ia meminta maaf kepada seluruh pihak dan berharap fungsi peran serta tujuan yang telah dilakukan dapat dipahami serta menjadi komitmen bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Sekali lagi mohon maaf apabila langkah-langkah yang telah dilakukan ini mungkin banyak pihak yang kurang senang,” ucap Doni.

“Ini semata-mata demi memberikan perlindungan terbaik kepada bangsa kita. 

Solus populi suprema lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” imbuhnya. 

Tak ingin kerumunan terulang kembali di tengah pandemi, Doni pun menegaskan agar seluruh pihak tidak menyelenggarakan kegiatan yang menciptakan keramaian atau kerumunan.

Sebab, lanjut dia, kerumunan dapat berpotensi menimbulkan adanya penularan Covid-19 di tengah kerumunan.

"Sekali lagi kepada semua pihak, terutama kepada tokoh-tokoh yang masih memiliki keinginan untuk menyelenggarakan acara-acara yang menciptakan kerumunan tolong ini ditunda dulu sampai kondisi pandemi ini bisa kita kendalikan,” pungkas Doni.

Sebelumnya, pada Sabtu malam, Rizieq Shihab membuat acara pernikahan putrinya, yang mengundang kerumunan di Petamburan.

Ia menikahkan putrinya, Sharifa Najwa Shihab sekaligus menggelar peringatan Maulid Nabi SAW.

Satgas Penanganan Covid-19 dikabarkan juga mengantarkan masker dan hand sanitizer untuk acara pernikahan putri Rizieq Shihab.

Masker itu diantar ke kediaman Rizieq yang juga lokasi acara pernikahan, Jalan Petamburan III, Jakarta, Sabtu siang.

Adapun jumlah masker yang diantarkan yaitu sebanyak 20.000 masker terdiri dari masker medis dan non-medis. (TribunNewsmaker/ Irsan Yamananda/ Kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kecewa dengan Sumbangan 20.000 Masker untuk Rizieq, Sejumlah Relawan Satgas Covid-19 Mundur".

BACA JUGA : di Tribunnews.com dengan judul Copot Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya Usul FPI Dibubarkan: Kalau Coba-coba dengan TNI, Mari!

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved