Breaking News:

Penanganan Covid

PPKM Jawa - Bali Diperpanjang, Tak Efektif Jika Masyarakat Tak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Jawa - Bali diperpanjang, disebut tak efektif jika masyarakat tak disiplin terapkan prokes.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi mall selama PPKM atau PSBB. 

TRIBUNNEWSMAKER .COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali tidak akan efektif apabila warga tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

PPKM awalnya berlaku pada 11-25 Januari 2021 kemudian diperpanjang hingga 8 Februari 2021 dengan mempertimbangkan masih tingginya penambahan kasus positif Covid-19.

Sabtu kemarin kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 12.191, sehingga total kasus positif sebanyak 977.474.

Daerah-daerah di Pulau Jawa menyumbang kasus positif cukup banyak.

"Tidak boleh ditawar lagi. Bagi yang sudah menjalani protokol kesehatan pun juga tidak menjamin akan terkena apalagi yang abai," ujar Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo dalam pernyataannya, Minggu (24/1/2021).

PPKM lanjut Rahmad memang sebuah keharusan untuk diperpanjang karena kasus Covid-19 yang masih terus bertambah.

"Kita harus waspada dan sudah tepat pemerintah memperpanjang PPKM," kata Rahmad.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ganjar Pranowo Siapkan Anggaran Rp 1 Triliun, Rudy Buat Aturan Baru

Baca juga: PPKM Jawa Bali Diperpanjang, Pimpinan DPR Sebut Ada yang Harus Diperbaiki dalam Penanganan Covid-19

Namun, kata Rahmad, PPKM tidak bisa berjalan efektif tanpa dukungan semua pihak, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Pemerintah sudah mengambil langkah dan memutuskan PPKM, harus dilakukan oleh semua pihak," tuturnya.

Menurut Rahmad, pengendalian Covid-19 harus menjadi prioritas semua pihak. Setelah krisis kesehatan teratasi, dia yakin perekonomian bisa bangkit.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved