Breaking News:

Ramadhan 2021

Makan Sahur Setelah Imsak Apakah Bisa Batalkan Puasa? Ini Penjelasannya, Lengkap dengan Bacaan Niat

Inilah penjelasan boleh tidaknya makan sahur setelah imsak. Apakah membatalkan puasa?

iStockphoto
Ilustrasi makan sahur 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah penjelasan boleh tidaknya makan sahur setelah imsak.

Dilansir dari tayangan Tanya Ustaz di Youtube Tribunnews.com Rabu (14/4/2021), Mubaligh Pakar Fiqh, Ustaz Tajul Muluk menjelasakan tentang tata cara puasa yang ada di dalam surat Al Baqarah ayat 187.

اُحِلَّ لَـکُمۡ لَيۡلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَآٮِٕكُمۡ‌ؕ هُنَّ لِبَاسٌ لَّـكُمۡ وَاَنۡـتُمۡ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ؕ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّکُمۡ كُنۡتُمۡ تَخۡتَانُوۡنَ اَنۡفُسَکُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡ وَعَفَا عَنۡكُمۡۚ فَالۡـــٰٔنَ بَاشِرُوۡهُنَّ وَابۡتَغُوۡا مَا کَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمۡ وَكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الۡخَـيۡطُ الۡاَبۡيَضُ مِنَ الۡخَـيۡطِ الۡاَسۡوَدِ مِنَ الۡفَجۡرِ‌ؕ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيۡلِ‌ۚ وَلَا تُبَاشِرُوۡهُنَّ وَاَنۡـتُمۡ عٰكِفُوۡنَ فِى الۡمَسٰجِدِؕ تِلۡكَ حُدُوۡدُ اللّٰهِ فَلَا تَقۡرَبُوۡهَا ؕ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُوۡنَ

Uhilla lakum laylatas Siyaamir rafasu ilaa nisaaa'ikum; hunna libaasullakum wa antum libaasullahunn; 'alimal laahu annakum kuntum takhtaanuuna anfusakum fataaba 'alaikum wa 'afaa 'ankum fal'aana baashiruu hunna wabtaghuu maa katabal laahuu lakum; wa kuluu

Artinya : Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Te-tapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.

"Ayat ini menjelaskan bahwa ada batas waktu orang yang hendak berpuasa, kapan dia berhenti melakukan hubungan badan dengan pasangannya, berhenti makan dan minum, yaitu ketika sudah nampak batas warna atau garis antara yang hitam dengan yang putih, fajar yang dimaksud di sini," jelas Ustaz Tajul Muluk.

Sebagaimana dikutip dari TribunBogor Terlambat Bangun, Bolehkah Makan Sahur saat Masuk Waktu Imsak? Ini Penjelasan Ulama, sehingga dalam penjelasan mengenai hal ini, lanjut Ustaz Tajul Muluk, diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari, dari Sayyidah Aisyah, istri Rasulullah SAW, beliau mengatakan bahwa di zaman Rasulullah itu azan ada dua kali.

"Yang pertama yaitu azan yang dilakukan oleh bilal, ketika azan ini dikumandangkan oleh bilal, maka nabi mengatakan lanjut saja makan dan minumnya, sampai nanti yang azan Abdullah Ibn Ummi Maktum, sahabat yang muazin satu lagi," tuturnya.

Baca juga: 6 Doa Penting Dibaca di Bulan Ramadhan 1442 H: Bacaan Khusus Buka Puasa Hingga Malam Lailatul Qadar

Baca juga: Tak Hanya Ibadah, Puasa Juga Punya Sederet Manfaat Kesehatan: Kontrol Gula Darah hingga Jaga Imun

Ia menjelaskan, karena kata nabi, beda antara keduanya ini yakni kalau Abdullah Ibn Ummi Maktum itu dia azannya ketika fajar itu sudah keluar.

"Fajar dalam waktu shalat, adalah awalan masuknya waktu shalat subuh, maka kalau sudah masuk waktu shalat subuh, maka tidak boleh lagi," ungkapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved