Breaking News:

Penanganan Covid

Korea Selatan Ciptakan 2 Alat Agar Warga Dapat Tes Swab Mandiri, Harganya Sekitar 126 Ribu Rupiah

Korea Selatan perkenalkan alat teknologi tambahan agar warga dapat test swab mandiri

Shuttershock via Kompas
Ilustrasi Covid-19 di Korea Selatan 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Wabah pandemi Covid-19 yang belum usai membuat beberapa negara terus mengembangkan riset dan teknologi untuk menanggulangi virus ini. Seperti yang dilakukan Negeri Ginseng Korea Selatan.

Melalui Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea Selatan (MFDS), mereka memberi persetujuan bersyarat pada dua jenis alat uji mandiri Covid-19 baru pada Jumat (23/4/2021) seperti yang dikutip dari Tribunnews dengan judul Korsel Perkenalkan Dua Teknologi Baru untuk Alat Test Covid-19, Warga Bisa Swab Mandiri.

Kedua jenis alat itu menjadi alat tambahan untuk meningkatkan kapasitas pengujian Korsel di tengah kasus harian Covid-19 yang meningkat.

Pengembangan teknologi ini diyakini mampu mendeteksi potensi penularan Covid-19 dengan akurat.

Melansir Strait Times, pihak MFDS sudah memberi lampu hijau untuk alat uji yang dikembangkan oleh dua perusahaan bioteknologi, SD Biosensor dan Humasis.

Pemberian izin ini merupakan persetujuan pertama untuk alat uji di rumah untuk mendeteksi virus corona penyebab Covid-19.

Alasan persetujuan ini diberikan dengan beberapa syarat karena alat mandiri ini memungkinkan kedua test kit digunakan di dalam negeri sampai produk yang disetujui sepenuhnya diluncurkan.

Baca juga: Perubahan Masa Berlaku Tes Bebas Covid-19 Penumpang Kereta Api, GeNose Kini Hanya Sehari

Baca juga: CEGAH Penyebaran Covid-19 Saat Mudik, Garuda Indonesia Perketat Operasional Penerbangan Penumpang

Swab test alias uji deteksi corona lewat dahak di tenggorokan
Ilustrasi swab test alias uji deteksi corona lewat dahak di tenggorokan (breakingnewstoday.co.uk)

Proses pengujiannya pun singkat. Kedua alat tersebut memungkinkan orang untuk mengumpulkan sampel dari hidung mereka, dan hasilnya ke luar dalam waktu 15-20 menit saja.

Otoritas kesehatan Korsel mengatakan bahwa alat tes mandiri hanya digunakan sebagai alat tambahan dari metode pengambilan sampel yang sudah ada.

Hal ini dilakukan karena lemahnya akurasinya hasil tes dibandingkan dengan tes PCR yang biasa digunakan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Talitha Desena
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved