Breaking News:

Penanganan Covid

CEGAH Penyebaran Covid-19 Saat Mudik, Garuda Indonesia Perketat Operasional Penerbangan Penumpang

Maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan terus melakukan pengetatan perjalanan di seluruh operasional penerbangannya

dok. Garuda Indonesia
Maskapai nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Kamis (01/10) bertempat di Hangar 2 GMF AeroAsia secara resmi meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo yang merupakan livery masker pesawat pertama yang ada di Indonesia. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan terus melakukan pengetatan perjalanan di seluruh operasional penerbangannya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menjelaskan, hal tersebut dilakukan perusahaan sejalan dengan arahan Pemerintah.

"Kita pasti ikut aturan terkait surat edaran satgas Covid-19 terbaru," jelas Irfan saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (24/4/2021).

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Addendum Surat Edaran (SE) No 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

Dalam Addendum SE tersebut, disebutkan bahwa akan mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri pada H-14 peniadaan mudik 22 April 2021 sampai 5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik pada 18-24 Mei 2021.

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus bertemakan
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus bertemakan "Cinta Indonesia" pada armada B737-800 NG dalam memperingati HUT ke-72. (TRIBUNNEWS)

Peniadaan mudik sendiri menurut SE Satgas Covid-19 No 13 Tahun 2021, akan berlangsung mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 yang melarang masyarakat untuk pulang ke kampung halaman mereka pada periode tersebut.

Garuda Indonesia sebelumnya juga sudah menyatakan dukungannya terkait kebijakan larangan Mudik Lebaran pada periode 6-17 Mei 2021.

Irfan menyebutkan, pihaknya sangat mendukung kebijakan ini yang menjadi upaya percepatan penanganan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Percepatan penanganan Covid-19 ini tentunya butuh partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelaku industri jasa transportasi udara," jelasnya.

Garuda Indonesia sendiri, lanjut Irfan, akan turut berperan aktif dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 dengan memastikan ketersediaan konektivitas udara bagi masyarakat yang masuk dalam kategori dikecualikan dari ketentuan larangan mudik.

"Dalam menyediakan layanan penerbangan ini, tentunya dengan tetap mengacu pada syarat perjalanan dan regulasi yang berlaku," kata Irfan.

Baca juga: 5 Maskapai Gratiskan Refund & Reschedule Gagal Terbang Selasa, Garuda Indonesia hingga Citilink

Catatan Redaksi:

Bersama kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(Tribunnews.com)

#GarudaIndonesia #PenangananCovid-19 #Mudik

Ikuti kami di
Editor: Candra Isriadhi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved