Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Covid-19 Disebut Tak Hanya Melindungi Perempuan Hamil, Tapi Juga Janin Bayi yang Dikandung

Menurut penelitian, vaksin Covid-19 dapat memberi zat antibodi pada bayi saat disuntikkan ke wanita hamil

Valeria_aksakova via Tribun Pontianak
Ilustrasi Hamil 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menurut penelitian yang diterbitkan Obstetrics & Gynecology, vaksin Covid-19 seperti Pfizer-BioNtech atau Moderna dipercaya tak hanya memberikan perlindungan pada perempuan hamil, tapi juga bayi yang dikandungnya.

Melansir dari Medical Express, para peneliti menganalisis 122 ibu hamil yang telah menerima vaksin, juga menganalisis darah tali pusar pada bayi saat baru lahir.

Dikatakan, sebanyak 99 persen antibodi tersedia pada darah tali pusar bayi, ketika ibu menerima dosis kedua vaksin. Sebanyak 44 persen antibodi dari mereka yang ibunya menerima dosis pertama.

"Menerima dua dosis vaksin sebelum melahirkan akan meningkatkan antibodi pada bayi," ungkap direktur asosiasi persalinan Weill Cornel Medicine New York City, dr. Malavika Prabhu, dikutip Tribunnews, Selasa (4/5/2021) seperti yang Tribunnewsmaker kutip dari Tribunnews dengan judul Ibu Hamil Ikut Vaksinasi Covid-19, Efeknya Bisa Memberi Antibodi untuk Jabang Bayi.

Ia menambahkan, temuan penelitian ini menjadi kabar bahagia bagi para ibu yang sedang mengandung untuk melindungi bayi mereka dari pemaparan virus Covid-19.

Selain itu, studi ini juga menemukan adanya produksi antibodi pada ibu hamil setelah lima hari menerima dosis vaksin pertama.

Sementara antibodi yang ditransfer pada bayi melalui plasenta, dimulai setelah 16 hari menerima dosis pertama.

Baca juga: Keramaian Pusat Perbelanjaan Akhir Pekan Lalu Bisa jadi Klaster, Satgas: Berpotensi Berujung Fatal

Baca juga: MUI Sebut Vaksin Sinophram Boleh Digunakan Meski Mengandung Tripsin Babi, Karena Kondisi Darurat

Ilustrasi vaksin (freepik.com)
Ilustrasi vaksin (freepik.com) (freepik.com)

Jika semakin tinggi level antibodi pada ibu hamil, maka semakin tinggi level antibodi bagi bayi.

Selain itu, semakin lama vaksinasi, maka semakin besar ibu dan bayi memiliki antibodi yang dapat dideteksi.

“Studi ini menyarankan bahwa ibu yang sedang hamil tidak boleh menunda vaksinasi, apalagi untuk dosis kedua,” ungkap asisten profesor patologi dan kedokteran laboratorium, Dr. Yawei Jenny Yang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Talitha Desena
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved