Breaking News:

Julukan 'SBY Bapak Bansos' Panaskan Hubungan PDIP Vs Demokrat, Kekalahan Mega vs Manipulasi Pemilu

Narasi 'SBY Bapak Bansos' memanaskan kembali hubungan PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat.

Editor: Agung Budi Santoso
Dok Tribunnews
SBY dan Megawati 

TRIBUNNEWSMAKER.COM, JAKARTA – Narasi 'SBY Bapak Bansos' memanaskan kembali hubungan PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat.

Di kubu Partai Demokrat, narasi itu digulirkan sebagai ekspresi kekecewaan 2 kali Megawati Soekarnoputri kalah di ajang Pemilihan Presiden melawan SBY

Sementara di mata kubu PDI Perjuangan, SBY memenangkan Pilpres tak lepas dari 'Politik Bansos' khususnya saat SBY dalam posisi Calon Presiden Petahana.  

Perang pernyataan ini bermula dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyatakan, ada orang yang menjuluki Susilo Bambang Yudhoyono sebagai “bapak bansos” Indonesia.

Hal itu disampaikan Hasto dalam diskusi daring bertajuk 'Membaca Dinamika Partai dan Soliditas Koalisi Menuju 2024', yang digelar Para Syndicate, Jumat (28/5).

Partai Demokrat langsung angkat bicara.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menyebut, pernyataan tersebut merupakan ungkapan kekecewaan Hasto.

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (Kolase TribunNewsmaker - Tribunnews)

Pasalnya, pada pilpres 2004 dan 2009, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri takluk dari SBY yang merupakan kader Demokrat.

"Terkait dengan upaya Hasto mendiskreditkan Pak SBY yang dijuluki sebagai Bapak Bansos, kami pandang sebagai ekspresi kekecewaan.

Karena pada masa itu (Megawati) dua kali berturut-turut kalah dalam Pemilu berhadapan dengan Pak SBY," kata Kamhar kepada Tribunnews, Jumat (28/5).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved