Breaking News:

Penanganan Covid

KASUS Covid-19 Meroket Jelang PPKM Darurat Pada 3 Juli 2021, Pecah Rekor Capai 24.836 Per 1 Juli

Presiden Jokowi resmi berlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Editor: Candra Isriadhi
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi mall selama PPKM atau PSBB. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi berlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

PPKM Darurat dimulai pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Hal ini dilakukan, mengingat kasus paparan Covid-19 di Indonesia kian hari bertambah hingga mengalami kelonjakan.

Bahkan, data dari Peta Sebaran Covid-19 pada laman covid19.go.id per Kamis, 1 Juli 202, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 24.836 pasien.

Angka ini merupakan jumlah terbanyak selama kasus lonjakan Covid-19 akhir-akhir ini.

Penambahan itu membuat total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia kini menjadi 2.203.108 kasus. 

Adapun dalam kurun waktu 24 jam, sebanyak 504 orang meninggal dunia karena Covid-19.

Anggota Linmas dan Pecalang melaksanakan penertiban penggunaan masker sekaligus pemantauan protokol kesehatan di kawasan Desa Adat Panjer, Denpasar, Senin, 18 Januari 2021. Kelurahan Panjer dan Desa Adat Panjer Denpasar menggelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pelaksanaan PPKM dimulai Senin 18 Januari 2021 hingga Kamis 18 Februari 2021.
Anggota Linmas dan Pecalang melaksanakan penertiban penggunaan masker sekaligus pemantauan protokol kesehatan di kawasan Desa Adat Panjer, Denpasar, Senin, 18 Januari 2021. Kelurahan Panjer dan Desa Adat Panjer Denpasar menggelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pelaksanaan PPKM dimulai Senin 18 Januari 2021 hingga Kamis 18 Februari 2021. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Sehingga total keseluruhan ada 58.995 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga hari ini.

Sementara, data kemarin sebanyak 58.491 orang meninggal dunia.

Meski demikian, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 9.874 orang.

Sehingga jumlah pasien yang sembuh hingga hari ini menjadi 1.890.287 di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, pada hari sebelumnya, total pasien yang sembuh yakni 1.880.413 orang.

Mengenai persebarannya, Provinsi DKI Jakarta masih memiliki jumlah kasus Covid-19 terbanyak.

Selanjutnya, disusul oleh Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

Informasi ini dapat terlihat dari data peta persebaran kasus pada tiap provinsi.

Update corona atau Covid-19 di Indonesia bisa diakses di sini.

Dengan adanya penambahan kasus Covid-19 yang terus-menerus terjadi, maka pemerintah akan menerapkan PPKM Darurat.

PPKM Darurat ini diberlakukan khusus di wilayah Jawa-Bali.

Daftar Wilayah yang Melakukan PPKM Darurat 

Pemerintah akan menerapkan kebijakan PPKM Darurat untuk menekan laju lonjakan  Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers virtual di YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kamis (1/7/2021) siang.

Luhut menilai, kebijakan penerapan PPKM Darurat telah disusun secara cermat melalui kajian serta mendengarkan pandangan dari berbagai pihak.

Seperti epidemiologi, asosiasi kedokteran, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.

Serta berdasarkan pengalaman penanganan pandemi Covid-19 dari negara lain.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Tangkap Layar YouTube Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI)

“Saya pikir apa yang kami siapkan ini saya kira persiapannya hal yang paling maksimal, dan sudah juga kami laporkan kepada Presiden. Presiden juga setuju dengan langkah-langkah ini,” kata Luhut.

Dalam kesempatan ini, Luhut juga mengatakan, cakupan PPKM Darurat di Jawa-Bali berlaku di 48 kabupaten/kota dengan asesmen situasi pandemi level 4.

Juga 74 kabupaten/kota dengan asesmen situasi pandemi level 3.

Dikutip dari setkab.go.id, berikut cakupan wilayah yang menerapkan PPKM Darurat mulai 3-20 Juli:

a. DKI Jakarta untuk wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 4 meliputi:

Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, dan Kota Administrasi Jakarta Pusat.

b. Banten untuk wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 3 meliputi:

Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kota Cilegon; serta level 4 yaitu Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kota Serang.

c. Jawa Barat untuk wilayah Kabupaten/Kota dengan kriteria level 3 meliputi:

Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung.

Kemudian level 4 yaitu Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Banjar, Kota Bandung, dan Kota Tasikmalaya.

d. Jawa Tengah untuk wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 3 meliputi:

Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sragen, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Jepara, Kabupaten Demak, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Blora, Kabupaten Batang, Kabupaten Banjarnegara, dan Kota Pekalongan.

Kemudian level 4 yaitu Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Banyumas, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Magelang.

e. Daerah Istimewa Yogyakarta untuk wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 3 meliputi:

Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul; serta level 4 (empat) yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta.

f. Jawa Timur untuk wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 3 meliputi:

Kabupaten Tuban, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Magetan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Jember, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Blitar, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bangkalan, Kota Probolinggo, dan Kota Pasuruan.

Kemudian level 4 yaitu Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Batu.

g. Bali untuk wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 3 meliputi:

Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli, dan Kota Denpasar.

Baca juga: LONJAKAN Kasus Covid-19, RS Penuh, Tabung Oksigen Mahal, PMI: Indonesia di Ambang Bencana

Catatan Redaksi:

Bersama kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)

Artikel lain terkait Covid-19 klik di sini.

Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved