Breaking News:

Penanganan Covid

Studi Terbaru: 2 Obat Radang Sendi Ini Disebut Bisa Turunkan Kematian Covid-19, Ini Cara Kerjanya

Obat radang sendi Tocilizumab dan Sarilumab disebut bisa turunkan risiko kematian karena covid-19, begini cara kerjanya.

Tayang:
hearingreview
Obat radang sendi Tocilizumab dan Sarilumab disebut bisa turunkan risiko kematian akibat covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Obat radang sendi Tocilizumab dan Sarilumab diyakini dapat menurunkan risiko kematian dan kebutuhan terhadap  ventilator diantara pasien virus corona (Covid-19) yang dirawat di rumah sakit.

Hal ini berdasar pada analisis terhadap nyaris 11.000 pasien Covid-19.

Dikutip dari laman The Hindustan Times, Kamis (8/7/2021), studi ini muncul di Journal of American Medical Association dan mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merekomendasikan penggunaan obat-obatan yang dikenal sebagai inhibitor Interleukin-6 (IL-6), selain kortikosteroid untuk pasien dengan kondisi Covid-19 yang parah atau kritis.

Studi tersebut mengatakan bahwa pemberian salah satu obat selain kortikosteroid diantara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, mengurangi risiko kematian sebesar 17 persen, dibandingkan dengan penggunaan kortikosteroid saja.

Baca juga: Termasuk Jangan Mandi Air Panas, Ini yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan Soal Vaksin Covid-19

Baca juga: TETAP Berpikir Positif di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 Bantu Tingkatkan Imun, Ini Tipsnya

Pada pasien yang tidak menggunakan ventilator, risiko kematiannya berkurang 21 persen, dibandingkan dengan pasien yang hanya menggunakan kortikosteroid.

Perlu diketahui, pasien Covid-19 yang masuk dalam kategori gejala berat atau parah mengalami reaksi berlebihan sistem kekebalan yang dikenal sebagai 'badai sitokin'.

Menurut penelitian tersebut, badai sitokin ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada organ hingga kematian.

Tocilizumab dan sarilumab sebelumnya digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, yakni suatu kondisi autoimun.

Cara kerjanya dengan menghambat efek Interleukin (IL)-6, sejenis protein yang disebut sitokin yang memberi sinyal pada tubuh untuk meningkatkan respons inflamasi.

Namun penelitian sebelumnya telah melaporkan berbagai manfaat serta tidak adanya efek dan bahaya yang ditimbulkan.

Penelitian itu tentang 'apakah IL-6 inhibitor dapat memberikan manfaat pada pasien Covid-19 yang parah'.

Hal ini yang akhirnya mendorong WHO untuk mengkoordinasikan studi baru yang menggabungkan data dari 27 uji coba acak yang dilakukan di 28 negara.

Analisis tersebut mencakup informasi pada 10.930 pasien, 6.449 diantaranya secara acak ditugaskan untuk menerima inhibitor IL-6, sementara 4.481 lainnya untuk menerima cairan yang tidak aktif atau placebo.

Secara keseluruhan, pada mereka yang hanya menerima perawatan biasa, risiko kematian akibat Covid-19 dalam periode 28 hari adalah 22 persen, dibandingkan dengan risiko yang diasumsikan sebesar 25 persen.

Hasil yang lebih baik juga diperoleh saat pasien Covid-19 juga menerima kortikosteroid, dengan risiko kematian 21 persen dibandingkan dengan 25 persen untuk mereka yang hanya menerima perawatan biasa.

"Ini berarti bahwa untuk setiap 100 pasien dengan kondisi seperti itu, empat diantaranya akan bertahan," kata penelitian tersebut.

Studi ini juga meneliti dampak obat-obatan tersebut pada risiko peningkatan kondisi buruk pasien menjadi menggunakan ventilator atau kematian.

Diantara pasien yang juga diberi kortikosteroid, risikonya ditemukan 26 persen untuk mereka yang menerima IL-6 inhibitor dibandingkan dengan perkiraan 33 persen pada mereka yang menerima perawatan biasa saja.

"Untuk setiap 100 pasien seperti itu, tujuh diantaranya akan bertahan dari penggunaan ventilasi mekanik," jelas penelitian tersebut.

Saat ini Inggris memberikan rekomendasi penggunaan Tocilizumab dan Sarilumab melalui infus atau injeksi untuk digunakan bersama dengan kortikosteroid pada pasien Covid-19 dengan kondisi parah.

Amerika Serikat (AS) juga merekomendasikan penggunaan Tocilizumab dengan kortikosteroid.

Catatan Redaksi:
Bersama kita lawan vidur corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasil Studi: 'Obat Radang Sendi' Tocilizumab dan Sarilumab Bisa Turunkan Kematian Akibat Covid-19

Berita dan artikel lainnya terkait Covid-19 di sini

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Covid-19obat radang sendiTocilizumabSarilumab
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved