Breaking News:

NASIB Valencya, Tegur Suami Mabuk Malah Jadi Tersangka & Terancam Penjara, Kini Terima Teror: Pasrah

Tegur suami yang sering mabuk, selingkuh dan foya-foya, Valencya malah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam penjara. Kini mengaku dapat teror.

Editor: octaviamonalisa
TribunBekasi.com/Tribunlampung.com
Marahi suami yang sering mabuk, Valencya malah dituntut 1 tahun penjara 

Namun, nasib berkata lain. Ketika Valencya memutuskan pergi ke Taiwan ia justru dianggap sebagai TKW.

Valencya ternyata menikah dengan Chan yang merupakan duda anak tiga dengan pekerjaan yang tidak tetap.

"Saya menikah dengan WNA Taiwan yang ternyata duda 3 anak, pemabuk, penjudi, tukang selingkuh dan tidak punya pekerjaan tetap," katanya.

Ia juga harus harus membayar mas kawin yang merupakan pinjaman Chan dari kakaknya.

"Di negeri orang, saya menjadi buruh tani dan pabrik," katanya.

Pulang ke Indonesia, Valencya menyebutkan jika dirinya harus menjadi kepala rumah tangga, ibu, pencari nafkah harus menerima keadaan bahwa suami pemabuk, penjudi, pemain perempuan, dan suka foya-foya.

Valencya mengaku sudah tidak tahan hidup dengan Chan.

Dalam pembelaannya ia kemudian mengajukan perceraian.

Namun justru mendapatkan ancaman untuk dipidanakan.

Benar saja, ia dipidanakan dalam tiga kasus berbeda.

Selain kasus atas KDRT psikis, ia juga dilaporkan atas penggelapan mobil dan pemalsuan tandatangan.

Valencya menangis dituntut 1 tahun penjara gara-gara marahi suami yang sering mabuk
Valencya menangis dituntut 1 tahun penjara gara-gara marahi suami yang sering mabuk (TribunBekasi.com)

"Berbagai laporan panggilan polisi dialamatkan kepada saya.

Bahkan kepada ibu saya yang berumur 80 tahun dilaporkan ke Polsek Teluk Jambe sejak september 2019 hingga hari ini.

Apakah di negeri ini wanita menuntut kebaikan demi melepas belenggu dalam perbuatan melawan hukum lantas pantas ditindas dan dikriminalisasi," katanya.

Valencya juga menganggap kalau semua bukti dan fakta telah diabaikan dalam kasusnnya tersebut.

"Apakah hukum di negara ini benar ada?

Semua bukti dan fakta hukum diabaikan.

Apakah ini karena saya wanita yang buta hukum? Semua rekaman CCTV, rekaman suara, kesaksian yang meringankan semua diabaikan oleh jaksa dan polisi.

Hampir setiap bulan saya menerima panggilan polisi mulai dari Polsek Teluk Jambe Timur, PPA Polda Jabar, dan Polres Karawang dengan kasus yang direkayasa," katanya.

"Bahwa saya memprotes keras tuntutan jaksa yang tidak sesuai fakta atas saksi persidangan anak saya.

Di persidangan anak saya menyatakan bahwa mama tidak pernah mengusir papa saya.

Di surat tuntutan, jaksa menulis mama saya pernah mengusir papa saya.

Saya jadi bertanya-tanya, ada apa ini?," katanya.

(cikwan suwandi/nazmi abdurahman)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Valencya Mengaku Pasrah, Dapat Intimidasi Berkali-kali dari Kelompok Ini, Pasrah pada Putusan Hakim

Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved