Breaking News:

Identitas 3 Oknum TNI yang Buang Sejoli Korban Kecelakaan ke Sungai, Pangkatnya 1 Kolonel 2 Kopral

Pelaku yang membuang tubuh sejoli korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Rabu 8 Desember 2021 ternyata merupakan anggota TNI.

Editor: galuh palupi
Instagram @infojawabarat
Pelaku penabrak korban kecelakaan sejoli di Nagreg, Handi Harisaputra (17) dan Salsabila (14), ternyata oknum TNI AD 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pelaku yang membuang tubuh sejoli korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Rabu 8 Desember 2021 ternyata merupakan anggota TNI.

Keduanya tewas dan jenazahnya ditemukan di Sungai Serayu di wilayah Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Adapun ketiga anggota TNI AD yang menabrak sejoli itu yakni Kolonel Infanteri P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua Ahmad.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Prantara Santosa mengatakan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan jajarannya untuk memproses hukum ketiga prajurit tersebut.

"Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk lakukan proses hukum," ujar Prantara, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/12/2021).

Adapun Kolonel Infanteri P berdinas di Korem Gorontalo, Kodam Merdeka. Saat ini, Kolonel Infanteri P tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado.

Korban kecelakaan di Nagreg dibuang ke sungai dalam kondisi masih hidup
Korban kecelakaan di Nagreg dibuang ke sungai dalam kondisi masih hidup (Tribun Cirebon/Istimewa)

Sementara itu, Kopral Dua DA berdinas di Kodim Gunung Kidul, Kodam Diponegoro. Ia tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang. Kemudian, Kopral Dua Ahmad berdinas di Kodim Demak, Kodam Diponegoro.

Baca juga: Korban Kecelakaan di Nagreg Dibuang Pelaku ke Sungai, Handi Ternyata Masih Hidup, Tewas Tenggelam

Baca juga: 5 Peristiwa Paling Viral Selama Tahun 2021 TNI Wanita Jadi Pria hingga Kecelakaan Vanessa Angel

Ia juga tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.

Prantara menyampaikan, peraturan perundangan yang dilanggar ketiganya meliputi, UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, antara lain Pasal 310 dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan Pasal 312 dengan ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun.

Kemudian, melanggar KUHP, antara lain Pasal 181 dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 bulan, Pasal 359 ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun, Pasal 338 ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun, Pasal 340 ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup.
Prantara mengatakan, Panglima TNI meminta untuk melakukan penuntutan hukuman maksimal kepada ketiganya sesuai tindak pidananya. Handi dan Salsa mengalami kecelakaan di wilayah Nagreg, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/12/2021).

Beberapa hari kemudian, jenazah keduanya ditemukan di Sungai Serayu di wilayah Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved