Breaking News:

PERAN 3 Oknum TNI AD Penabrak Sejoli Handi & Salsa, Mobil Dikemudikan Koptu DA, Apa Motif Pelaku?

Danpuspomad Letjen Chandra Warsenanto Sukotjo membeberkan peran ketiga oknum TNI AD yang menabrak Handi dan Salsabila di Nagreg

Instagram @infojawabarat
Terungkap peran oknum TNI AD pelaku penabrak korban kecelakaan sejoli di Nagreg, Handi Harisaputra (17) dan Salsabila (14) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah update kasus oknum TNI AD tabrak sejoli dan buang korban kecelakaan ke sungai.

Kasus oknum TNI AD tabrak sejoli hingga kini masih diurus oleh pihak berwenang.

Kedua korban yakni bernama Handi dan Salsabila, keduanya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

Kini Danpuspomad Letjen Chandra Warsenanto Sukotjo membeberkan peran ketiga oknum TNI AD yang menabrak Handi dan Salsabila di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12/2021) lalu.

Chandra mengungkapkan, Koptu DA mengendarai mobil berpelat nomor B 300 Q saat kecelakaan terjadi.

Lalu, mobil Isuzu Panther hitam yang ditumpangi ketiganya merupakan milik Kolonel P.

"Secara umum pada saat kecelakaan lalu lintas itu terjadi di TKP, (mobil) dikemudikan oleh Koptu DA."

"Kolonel P dan Tamtama yang satu lagi (Kopda A) menumpang pada kendaraan tersebut," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (27/12/2021).

"Dari pemeriksaan awal, mobil itu milik dari Kolonel P," ungkap Chandra.

Baca juga: Terungkap Sebab Sejoli Korban Tabrakan Tak Dibawa ke RS Malah Dibuang ke Sungai: Perintah Kolonel

Baca juga: 7 FAKTA Kasus 3 Oknum TNI AD Buang Sejoli ke Sungai, Sedang Bertugas, Terancam Penjara Seumur Hidup

Korban kecelakaan di Nagreg dibuang ke sungai dalam kondisi masih hidup
Korban kecelakaan di Nagreg dibuang ke sungai dalam kondisi masih hidup (Tribun Cirebon/Istimewa)

Ia menjelaskan, kasus ini sudah ditangani oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Darat.

Namun, dirinya belum dapat membeberkan motif dari para tersangka.

Chandra juga belum bisa menjelaskan peran tiga oknum TNI AD setelah kecelakaan terjadi.

"Polisi Militer Angkatan Darat mendapatkan dukungan yang luas dari kepolisian/TNI maupun instansi lainnya," ucapnya.

"Tidak bisa saya ungkapkan di sini, karena dalam proses penyidikan," ungkap dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved