Breaking News:

SELAIN Buang Jasad Sejoli Nagreg, Kolonel Priyanto CS Juga Ganti Cat Mobil, Motif Hilangkan Bukti

Coba hilangkan bukti, Kolonel Priyanto gerak cepat ganti ccat mobil setelah buang jasad dua sejoli korban kecelakaan di Nagreg.

Editor: ninda iswara
Instagram @infojawabarat
Kolonel Priyanto, penabrak korban kecelakaan sejoli di Nagreg, Handi Harisaputra (17) dan Salsabila (14), juga ganti cat mobil untuk hilangkan bukti. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus kecelakaan dua sejoli di Nagreg, Bandung, Jawa Barat.

Ternyata ada sejumlah upaya yang dilakukan oleh Kolonel Priyanto dan dua anak buahnya untuk menghilangkan barang bukti.

Informasi ini disampaikan oleh Danpuspomad Letjen TNI Chandra Warsenanto Sukotjo.

Diketahui Kolonel Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Koptu Achmad Sholeh tersangka dalam kasus tersebut berupaya menghilangkan barang bukti terkait peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mereka lakukan di Nagreg, Bandung, Jawa Barat.

Jasad kedua korban sengaja dibuang dari atas Jembatan Sungai Tajum, Jalan Raya Rawalo, Desa Menganti, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk menutupi perbuatan yang telah mereka lakukan.

"Dari hasil pemeriksaan maka secara umum dapat dilihat bahwa apa yang dilakukan oleh mereka, apa yang menjadi motif yaitu upaya dari mereka melepas tanggung jawab."

"Ataupun melakukan tindakan yang menghilangkan bukti-bukti yang menghubungkan mereka dengan awalnya adalah kecelakaan lalu lintas," kata Chandra di Kantor Oditurat Militer Tinggi II Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: FAKTA Rekonstruksi Kecelakaan Nagreg, Pelaku Tarik Salsabila dari Kolong Mobil, Lempar dari Jembatan

Baca juga: Kasus Tabrak Lari di Nagreg Masuki Babak Baru, Berikut Temuan Penyidik TNI dari Gelar Rekonstruksi

Korban kecelakaan di Nagreg dibuang ke sungai dalam kondisi masih hidup
Korban kecelakaan di Nagreg dibuang ke sungai dalam kondisi masih hidup (Tribun Cirebon/Istimewa)

Bukan hanya itu, pelaku pun mengubah warna mobil Isuzu Panther yang mereka tumpangi saat peristiwa kecelakaan terjadi.

"Mereka berusaha menghilangkan barang bukti dengan mengecat mobil yang digunakannya saat peristiwa kecelakaan itu terjadi," kata Chandra.

Ketiga tersangka itu, dikatakan Chandra, mengubah warna mobil tersebut di Sleman, DIY.

Ketiganya mengubah warna mobil dari hitam menjadi abu-abu setelah membuang Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu, Cilacap, Jawa Tengah.

"(Perubahan warna mobil dilakukan) setelah mereka kembali sampai di Sleman," kata Chandra.

Selain itu, Chandra mengungkapkan, penghilangan barang bukti atas peristiwa kecelakaan lalu lintas ini justru membuat ketiga prajurit terlibat perkara pidana.

"Ini berkembang jadi pidana yang di luar perikemanusiaan," ucap Chandra.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved