Breaking News:

HARTANYA Capai 85 Miliar, Bupati Ini Kepergok Kerangkeng & Siksa 40 Pekerja di Belakangan Rumahnya

Terjerat korupsi, kejahatan lain Bupati Langkat terungkap. Selama ini kerangkeng 40 pekerja untuk dipaksa kerja selama 10 jam, disiksa dan tak dibayar

Tayang:
Editor: octaviamonalisa
YouTube TribunnewsBogor.com
Bupati Langkat kepergok kerangkeng pekerja di kurungan besi, dipaksa kerja tanpa dibayar 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kejahatan Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin akhirnya terbongkar.

Tak hanya diduga melakukan korupsi, Bupati Langkat non aktif ini ternyata juga memperbudak 40 pekerja secara tak manusiawi.

Bagaimana tidak, Bupati ini tega mengkrangkeng 40 pekerja di sebuah penjara besi di belakang rumahnya.

40 pekerja tersebut dipaksa bekerja hingga 10 jam dan hanya diberi makan dua kali sehari.

Kejahatan mantan Bupati Terbit Rencana Perangin Angin ini terungkap setelah harta kekayaannya yang mencapai puluhan miliar dicurigai KPK.

Memiliki harta sebanyak itu, Terbit Rencana diketahui tidak memiliki utang sama sekali.

Baca juga: SOSOK Rahmat Effendi, Sopir Bus Jadi Wali Kota Bekasi, Pakai Kode Sumbangan Masjid untuk Korupsi

Baca juga: SOSOK Hafiz Fatur Adik Irwansyah, Jadi DPO Kasus Korupsi, Kawin Cerai 4 Kali, Diwarnai Isu Selingkuh

Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin
Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin (YouTube TribunnewsBogor.com)

Kini tak hanya diamankan oleh KPK, kejahatannya lain mengurung dan menyiksa pekerja ikut terbongkar.

Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Mogran Berdaulat ( Migrant Care ) yang pertama kali mengungkap dugaan perbukaan ini.

Ketua Migrant Care Anis Hidayah mengaku mendapat laporan soal adanya kerangkeng manusia di halaman belakang rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Kerangkeng manusia ini serupa dengan penjara yang terbuat dari besi, serta digembok.

Diduga, tempat ini digunakan sebagai penjara bagi pekerja sawit yang bekerja di ladang milik Terbit.

"Kerangkeng penjara itu digunakan untuk menampung pekerja mereka setelah mereka bekerja.

Dijadikan kerangkeng untuk para pekerja sawit di ladangnya," kata Ketua Migrant Care Anis Hidayah dikutip dari Kompas.com.

Setidaknya ada dua kerangkeng di rumah Bupati Langkar.

Kerangkeng besi yang dipakai Bupati Langkat untuk mengurung pekerja sawit
Kerangkeng besi yang dipakai Bupati Langkat untuk mengurung pekerja sawit (TribunBogor via TribunMedan)

Masing-masing berukuran 6,6 meter, diisi 27 orang.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/4
Tags:
Bupati LangkatTerbit Rencana Perangin AnginkorupsiKPK
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved