Breaking News:

SEMPAT Mangkir di DPR Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Akhirnya Buka Suara Soal Pemecatan dr Terawan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akhirnya angkat bicara terkait pemecatan dr Terawan.

Editor: Candra Isriadhi
Kolase foto Tribunnews
Kolase dr Terawan Agus Putranto, Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akhirnya angkat bicara terkait pemecatan dr Terawan.

Ramai persoalan pemecatan dr Terawan dari keanggotaan IDI, membuat banyak publik penasaran.

Kini pengurus besar IDI akhirnya angkat bicara terkait ramai pemecatan dr Terawan yang notabene merupakan mantan Kementerian Kesehatan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pemberhentian Terawan lantaran masalah vaksin nusantara dan terapi 'cuci otak'.

PB IDI membantah mengenai keterkaitan vaksin nusantara dalam pemberhentian Terawan ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) IDI Beni Satria dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara daring, Kamis (31/3/2022).

Menurutnya, masalah pemberhentian keanggotaan Terawan merupakan kasus panjang yang sudah bergulir sejak tahun 2013.

Terawan Agus Putranto
Terawan Agus Putranto (Kolase TribunNewsmaker - Tribunnews/Kompas.com)

Sehingga hal ini tidak berkaitan dengan vaksin Nusantara.

Terlebih menurut Beni, vaksin Nusantara bukan menjadi kewenangan dari IDI, melainkan kewenangan dari lembaga pemerintah dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kaitan dengan Vaksin Nusantara adalah kewenangan dari lembaga pemerintah dalam hal ini BPOM,"

"Sehingga tidak ada kaitannya keputusan ini dengan vaksin Nusantara," kata Beni, Kamis (31/3/2022).

Pemecatan terhadap Terawan diketahui dari surat edaran berkop surat Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (26/3/2022).

Surat tersebut berisi tentang Penyampaian Hasil Keputusan MKEK Tentang Dr. Terawan AGus Putranto, Sp. Rad.

Dalam surat tertanggal 8 Februari 2022 dengan nomor 0280/PB/MKEK/02/2022 itu, memuat hasil keputusan MKEK pasca Rapat Pleno MKEK Pusat IDI pada 8 Februari 202 yang merekomendasikan pemecatan Terawan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved