Breaking News:

Anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Dilindungi LPAI, Pakai Psikolog Singgung Soal Privilage

LPAI akan melincungi anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, seorang pakar psikolog pertanyakan privilage

Editor: Talitha Desena
Facebook, Instagram
Anak-anakFerdy Sambo akan dilindungi LPAI, sosok pakar psikolog pertanyakan privilage 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang pakar psikologi pertanyakan privilage anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi hingga mendapat perlindungan LPAI.

Seperti yang diketahui, Tim dari Biro Psikologi Mabes Polri bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) akan melindungi dan memberikan pendampingan bagi anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tengah menjadi sorotan karena kasus pembunuhan Brigadir J.

Saat ini ada dua anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang berada di Magelang. Kemudian dua anak lagi berada di Jakarta, termasuk yang berumur 1,6 tahun.

Seperti diketahui Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Terkait hal ini Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan pemberian perlindungan khusus memang wajib.

Demikian pula kata Reza bagi anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Baca juga: Terancam Hukuman Mati, Ferdy Sambo Tenang di Sidang Kode Etik, Pakar Gestur Heran: Punya Kartu Truf?

Baca juga: Bharada E Ogah Temui Ferdy Sambo & Minta Disiapkan Pengacara Baru, Sebut Awalnya Dijanjikan Ini

Kak Seto saat memberikan keterangan di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2020).
Kak Seto saat memberikan keterangan di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2020). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

"Dengan asumsi bahwa anak-anak itu (rentan) mengalami stigmatisasi akibat perbuatan orang mereka, maka mereka termasuk dalam salah satu kategori anak yang mendapat perlindungan khusus," kata Reza kepada Wartakotalive.com, Kamis (25/8/2022).

Menurutnya UU 35/2014 jelas mengatur pihak yang berkewajiban dan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan perlindungan khusus.

"Secara berurutan, pihak tersebut adalah pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga negara lainnya," kata Reza.

"Tapi kalau dalam kasus anak-anak FS dan PC yang turun tangan adalah langsung dari pusat, wajarlah publik mengernyitkan dahi. Saya pun gumun. Sehebat apa FS dan PC, sampai anak-anak mereka ditangani langsung oleh pusat. Anggaplah FS adalah (mantan) orang penting. Tapi apakah status anak-anaknya juga menjadi di atas anak-anak lainnya?," papar Reza.

Padahal, kata Reza, misalnya, Polri mempunyai Polda dan Polres. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga punya Dinas PPPA di daerah.

"Begitu pula kementerian-kementerian lainnya, cukup kerahkan kantor-kantor dinas mereka. Itulah sewajarnya takaran empati sekaligus pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab mereka. Jangan malah memberikan layanan yang dikemas dalam privilese berlebihan," ujar Reza.

Lantas, kata Reza, coba bandingkan antara lain dengan keluarga sejumlah terduga teroris. Dimana persekusi terhadap mereka luar biasa.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved