Breaking News:

Ucapannya Kontradikif, Ferdy Sambo Sebut Siap Menerima Konsekuensi, Tapi Tak Terima Saat Dipecat

Pernyataan Ferdy Sambo yang dinilai kontradiktif, mengaku siap menerima konsekuensi dari tindakan membunuh Brigadir J, tapi tak mau dipecat

Editor: Talitha Desena
Istimewa
Irjen Ferdy Sambo menulis siap menjalani segala konsekuensi, tapi tak terima saat dipecat 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo  tersangka kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Jjadi sorotan karena dianggap kontradiktif.

Ferdy Sambo menulis surat permintaan maaf pada kolega Polri atas tindakannya yang diduga menjadi otak pembunuhan Brigadir J,

Dan Ferdy Sambo mengatakan menyesal serta siap siap bertanggung jawab atas tindakannya itu.

Tetapi, pernyataan tersebut tampaknya tak tercermin dari cara Ferdy Sambo menyikapi dirinya yang dipecat secara tidak terhormat.

Ferdy Sambo memutuskan mengajukan banding atas pemecatan dirinya Korps Bhayangkara.

Baca juga: Fakta Simpang Siur, Bhrada E Sebut Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J, Bisa Lebih dari 2 orang

Baca juga: Saya Disuruh Ferdy Sambo Putri Candrawathi Ungkap Soal Lokasi Pelecehan, Keterangan Berubah-ubah

Ferdy Sambo kekeh inginkan resign, Polri langsung pecat tanpa proses surat pengunduran diri.
Ferdy Sambo  (Istimewa)

Menyesal dan janji tanggung jawab

Belum lama ini, Sambo meminta maaf karena perbuatannya terhadap Brigadir J telah menyeret banyak nama di institusi Polri.

Dia juga mengaku menyesal telah merencanakan sekaligus menyusun rekayasa kasus kematian Yosua.

Pernyataan itu Sambo tuliskan dalam secarik kertas tertanggal 22 Agustus 2022 yang dibubuhi tanda tangannya serta materai Rp 10.000.

"Dengan niat yang murni, saya ingin menyampaikan rasa penyesalan dan permohonan maaf yang mendalam atas dampak yang muncul secara langsung pada jabatan yang senior dan rekan-rekan jalankan dalam institusi Polri atas perbuatan saya yang telah saya lakukan," tulis Sambo.

Sambo menyadari bahwa atas perbuatannya, banyak rekan dan seniornya di kepolisian yang ikut menanggung akibatnya.

Puluhan polisi, bahkan yang berpangkat jenderal, dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Sambo juga bilang, dirinya siap menjalankan seluruh konsekuensi sesuai hukum yang berlaku.

"Saya mohon permintaan maaf saya dapat diterima dan saya menyatakan siap untuk menjalankan setiap konsekuensi sesuai hukum yang berlaku," tulis Sambo.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved