Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Bripka RR Belum Layak Jadi JC, Pengacara Brigadir J Nilai Keterangan Tak Masuk Akal: Harus Gentle

Pengacara Brigadir J sebut Bripka RR belum layak jadi justice collaborator, keterangan yang disampaikan jadi alasan, ini penjelasannya.

Editor: ninda iswara
Facebook Rohani Simanjuntak, YouTube Polri TV
Pengacara Brigadir J sebut Bripka RR belum layak jadi justice collaborator, keterangan yang disampaikan jadi alasan, ini penjelasannya. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR sudah tak lagi berpihak pada Ferdy Sambo.

Kendati demikian, sampai saat ini Bripka RR belum mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) seperti Bharada E.

Terkait hal tersebut, pengacara keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak, menilai kalau Bripka RR belum layak menjadi JC.

Pasalnya kualitas keterangan yang disampaikan Bripka RR tidak masuk akal dan belum sempurna.

Hal ini dikatakan Martin Simanjuntak dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam (AKIM) di tvOne, Selasa (13/9/2022).

"(Bripka RR) Sudah ada potensi yang bagus untuk menjadi JC, tapi kualitas keterangan akhir-akhir ini belum sempurna," ujar Martin Simanjuntak.

Martin mengungkapkan kuasa hukum Bripka RR, Erman Umar kerap tampil dan berusaha meyakinkan publik bahwa Bripka RR adalah orang yang baik.

Baca juga: Dijanjikan Uang hingga Tak Tahu soal Pelecehan, 11 Pengakuan Bripka RR Terkait Pembunuhan Brigadir J

Baca juga: SOSOK Ayah Bripka RR, Pernah Jabat Posisi Ini, Anak Jujur Demi Jaga Namanya: Beban Jika Terus Bohong

Bripka RR disebut belum layak jadi justice collaborator
Bripka RR disebut belum layak jadi justice collaborator (istimewa, YouTube Polri TV)

Termasuk pernyataan yang menyebut akan membiarkan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat kabur saat ada kesempatan dalam perjalanan Magelang ke Jakarta.

Namun, menurut Martin, sikap kabur tersebut bertentangan dengan sifat Brigadir J.

"Kabur bukan karakter Yosua, dia gentlemen. Dia pasti akan mempertanggungjawabkan."

"Kalau memang dia dituduh (melakukan pelecehan terhadap Putri Candrawathi), dia akan membela haknya," sambung Martin.

Hal inilah yang kata Martin merupakan kesalahan mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo.

"Dia justru melakukan eksekusi, kenapa nggak nanya dulu untuk memastikan benar atau tidak," lanjut Martin.

Martin juga menyorot keterangan Bripka RR yang dinilainya tidak masuk akal.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved