Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Singgung soal Pelecehan, Komnas HAM Disebut Jalani Skenario Ferdy Sambo, Akui Dapat Info dari Sini

Komnas HAM kembali bakar dugaan pelecehan Putri Dancdrawathi, disebut ikuti skenario Ferdy Sambo, Ahmad Taufik Damanik beberkan ini.

Editor: ninda iswara
YouTube Kompas TV, Polri TV
Komnas HAM kembali bakar dugaan pelecehan Putri Dancdrawathi, disebut ikuti skenario Ferdy Sambo, Ahmad Taufik Damanik beberkan ini. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Laporan terkait kasus dugaan pelecehan Putri Candrawathi yang diduga dilakukan oleh Brigadir J sebelumnya telah ditutup oleh Bareskrim.

Namun belakangan isu pelecehan seksual justru kembali disinggung oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Terkait hal ini, Komnas HAM pun dituding sedang menjalankan skenario Ferdy Sambo.

Dalam kasus penembakan tersebut, Komnas HAM mengatakan adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi yang dilakukan Brigadir J.

Pernyataan Komnas HAM itu didasari oleh sejumlah hal yakni adanya kesaksian dari Kuat Maruf dan Susi, serta keterangan dari psikolog klinis.

Dari temuan tersebut, Komnas HAM yakin jika ada indikasi kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Rupanya temuan Komnas HAM itu mengundang perbincangan banyak pihak.

Baca juga: Komnas HAM Panaskan Isu Pelecehan Putri Candrawathi, Kamaruddin Duga Dibayar: LPSK Tolak Amplop

Baca juga: Putri Candrawathi Ikut Tembak Brigadir J? Ada Bukti Penting yang Hilang, Komnas HAM: Pihak Ketiga

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik (Humas Komnas HAM RI)

Komnas HAM dianggap memiliki skenario untuk membebaskan Ferdy Sambo dari hukuman berat.

Merespon tudingan publik, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik angkat bicara.

Ahmad Taufan Damanik menegaskan pihaknya tak membela Ferdy Sambo.

Lebih lanjut, Ahmad Taufan Damanik menyorot jika pernyataan bohong Putri Candrawathi karena yang bersangkutan ada dalam tekanan.

"Tapi dimungkinkan juga bahwa dia berada di bawah tekanan dari suaminya, karena ada keterangan yang kami dapatkan 2 BAP pertama dia hanya disuruh tandatangan saja," ucapnya dalam acara Rosi Kompas TV, Selasa (13/9/2022).

"Saya katakan harus ada extra judicial killing supaya pasal 340 tidak bisa lari lagi dari situ," tambahnya.

Menampik pembelaan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved