Breaking News:

Kunci Jawaban

SOAL & KUNCI JAWABAN Pelajaran PAI & Budi Pekerti Kelas 7 Hal 185, Sifat-sifat Abu Bakar as-Siddiq

Berikut ini soal dan kunci jawaban pelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 7 halaman 185 yang akan membahas mengenai Al-Khulafau Ar-Rasyidun

Editor: Talitha Desena
Commons
Abu Bakar as-Siddiq, soal dan kunci jawaban pelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 7 halaman 185 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ini soal dan kunci jawaban pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas 7 halaman 185 yang mempelajari mengenai Abu Bakar as-Siddiq.

Dalam soal dan kunci jawaban pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas 7 halaman 185 ini, anak-anak akan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai Abu Bakar as-Siddiq.

Dengan mengerjakan soal dan kunci jawaban pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas 7 halaman 185, diharap anak-anak dapat menteladani sikap Abu Bakar as-Siddiq.

Berikut kunci jawaban buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) kelas 7 halaman 185 bagian soal uraian.

Soal pada halaman 185 buku PAI dan BP membahas Bab 12 tentang Al-Khulafau Ar-Rasyidun Penerus Perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Kunci jawaban buku PAI dan BP kelas 7 ini ditujukan kepada orangtua atau wali untuk mengoreksi hasil belajar.

Sebelum menengok kunci jawaban, pastikan siswa terlebih dahulu menjawab soal sendiri.

Baca juga: SOAL & KUNCI JAWABAN Pelajaran PKN Kelas 8 Hal 41, Arti Penting UUD Negara Republik Indonesia 1945

Baca juga: SOAL & KUNCI JAWABAN Tema 2 Kelas 5 Subtema 2 Hal 79, Tabel Tentang Produksi, Distribusi, & Konsumsi

Abu Bakar as-Siddiq
Abu Bakar as-Siddiq (Commons)

Berikut kunci jawaban buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 7 halaman 185 bagian uraian:

1. Sebutkan sifat-sifat yang dimiliki Abu Bakar as-Siddiq!

Jawaban: Abu Bakar as-Siddiq bersifat tegas terhadap orang yang mengaku nabi, tidak mau membayar zakat, dan orang murtad.

2. Mengapa Abu Bakar diberi gelar as-Siddiq?

Jawaban: Saat Rasulullah SAW melakukan Isra’ Mi’raj, yaitu melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina dan naik ke langit  sampai ke Sidratul Muntaha dalam waktu sepertiga malam.

Pada peristiwa itu Rasulullah SAW diberi tugas oleh Allah berupa salat lima kali sehari semalam.

Ketika berita ini disampaikan kepada orang-orang kafir Mekah, serentak orang-orang kafir Mekah tidak mempercayainya, bahkan mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan kebohongan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved