Breaking News:

Nonton Bola Berujung Petaka, Suporter Arema & Persebaya Pulang Tinggal Jasad, Iringan Ambulans Viral

Laga Arema FC vs Persebaya menewaskan 127 orang. Video iring-iringan mobil ambulans antar jenazah suporter ke rumah masing-masing viral dan bikin pilu

Editor: octaviamonalisa
Kolase YouTube Kompas TV, Instagram @andreli_48
Potret pilu iring-iringan ambulans antar jenazah korban ricuh Arema FC vs Persebaya 

Kepada para suporter supaya bisa menahan diri,” ucapnya.

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, meminta Presiden Jokowi turun tangan atas tragedi kemanusiaan ini.

Laga Arema FC vs Persebaya berakhir ricuh, 127 orang tewas
Laga Arema FC vs Persebaya berakhir ricuh, 127 orang tewas (Instagram @baimwong)

“Presiden harus turun tangan, ini tragedi kemanusiaan, patut dipertimbangkan ada bendera setengah tiang,” ujarnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan, biang kericuhan diduga dipicu rasa kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil kekalahan melawan Persebaya dengan skor 3-2.

"Selama pertandingan tidak ada masalah.

Masalah terjadi ketika usai pertandingan.

Penonton kecewa melihat tim Arema FC kalah.

Apalagi ini sebelumnya Arema FC tidak pernah di kandang sendiri melawan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir," ujar Irjen Pol Nico Afinta saat gelar rilis di Polres Malang, Minggu (2/3/2022) dini hari.

Nico menambahkan, motif para suporter Arema FC turun ke lapangan juga dengan maksud berusaha mencari pemain dan official Arema FC.

Baca juga: Mencekam Foto-foto Kericuhan Suporter Arema vs Persebaya di Kanjuruhan Malang, 127 Orang Tewas

"Mereka bermaksud menanyakan ke pemain dan official kenapa sampai kalah (melawan Persebaya)," tuturnya.

Tak ingin kejadian kerusuhan menjadi meluas, Nico menerangkan jika petugas pengamanan kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengalihan suapaya mereka tidak masuk ke lapangan.

Salah satunya dengan menembakkan gas air mata.

"Upaya-upaya pencegahan dilakukan hingga akhirnya dilakukan pelepasan gas air mata.

Karena sudah tragis dan sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil," papar Nico.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved