Breaking News:

'Aku Ditendang, Dipukul, Terinjak-injak' Curhat Pilu Aremania Selamat dari Tragedi Maut Kanjuruhan

Seorang Aremania berhasil lolos dari tragedi maut Kanjuruhan. Mengaku sempat ditendang hingga terinjak kini alami patah tulang.

Editor: octaviamonalisa
YouTube Kompas TV
Potret ricuhnya saat terjadi tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang Aremania ceritakan dirinya bisa lolos dari tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Sebanyak 125 orang dikabarkan meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan, Malang.

Namun beruntung Riyan Dwi Cahyono, pria asal Kecamatan Demangan, Blitar ini bisa selamat dari tragedi Kanjuruhan tersebut.

Saat ini Riyan Dwi Cahoyono yang merupakan Aremania masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan lantaran mengalami patah tulang kanan.

Baca juga: PILU Aremania Ngeri Lihat Efek Gas Air Mata di Jenazah Temannya: Bukan Gas Air Mata Tapi Gas Beracun

Baca juga: Saya Sudah Membaca Aremania Jalur Gazza Ungkap Berbahayanya Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam
Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Mengutip Kompas.com, Riyan pun menceritakan bagaimana kronologi hingga ia bisa lolos dari maut tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Kami memang turun tujuannya untuk protes kepada pemain dan manajemen Arema FC, kenapa kok bisa kalah? padahal selama 23 tahun sejarahnya Arema tidak pernah kalah dari Persebaya di kandang," katanya.

"Jadi tujuannya hanya untuk protes agar Arema FC lebih baik lagi ke depannya," katanya.

Belum sampai meompati pagar, tembakan gas air mata pun datang ke arah para suporter, hingga membuatnya jatuh dan terinjak suporter lain.

"Saya saat itu tak berdaya, bahkan teman perempuan saya bareng saya dari Blitar hilang dan belum tahu bagaimana kondisinya saat ini," katanya.

Akibat gas air mata, Riyan sempat mengalami sesak napas.

Namun, beruntung nyawanya masih selamat dan ia segera dievakuasi oleh suporter lain.

"Kami kecewa dengan perlakuan petugas keamanan, kami dipukul dan ditendang oleh petugas, hingg teman kami kehilangan nyawa," katanya.

Tak hanya Riyan pengakuan datang dari suporter lainnya, Gafandra Zulkarnain (20), warga Malang.

Baca juga: Detik-detik Alfiansyah Lihat Ortu Jatuh & Tewas saat Nonton Arema, Menjerit Wajah Ayah Sudah Biru

Mengatakan, ia bersama adik perempuannya, Aldita Putri jatuh saat berada di tribun selatan, akibat tembakan gas air mata.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved