Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

'Ditunjukkan Tuhan' Tim Pengacara Bharada E Pergoki Para Saksi Ngumpul Samakan Jawaban: Ingat Ya

Ronny Talapessy, pengacara Bharada E ungkap timnya sempat pergoki para saksi ngumpul samakan jawaban sebelum sidang. Pantas semua bahasanya sama.

Tayang:
Editor: octaviamonalisa
Kolase YouTube Kompas TV
Tim pengacara Bharada E pergoki para saksi ngumpul untuk sama jawaban sebelum sidang 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ronny Talapessy, pengacara Bharada E mengungkap timnya sempat tak sengaja mendengar obrolan para saksi kasus pembunuhan Brigadir J.

Seperti diketahui, ART hingga ajudan Ferdy Sambo baru saja menjalani sidang lanjutan berhadapan dengan Bharada E pada Senin (31/10/2022) kemarin.

Dari pernyataan beberapa ajudan dan ART Ferdy Sambo akhirnya terungkap fakta-fakta baru.

Namun di balik itu, Ronny Talapessy, pengacara Bharada E rupanya sudah mendapat petunjuk lebih dulu.

Baca juga: Ibu & Bapak Gak Berkenan Awalnya Ogah, Ajudan Sambo Pasrah Bocorkan Status Bayi Putri: Anak Adopsi

Baca juga: GARA-GARA Nurut Disuruh Putri Candrawathi, Kini Kakak Ferdy Sambo Terseret: Saya Diminta Mengamankan

12 saksi ikut sidang lanjutan berhadapan dengan Bharada E
12 saksi ikut sidang lanjutan berhadapan dengan Bharada E (YouTube Kompas TV)

Ya, tim pengacara Bharada E rupanya sempat tidak sengaja mendengar pembicaraan para saksi sebelum sidang dimulai.

Informasi itu, kata Ronny Talapessy, diketahui dari rekannya sesama pengacara yang juga memberikan pendampingan untuk Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Demikian Ronny Talapessy, pengacara Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam keterangannya di Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Selasa (1/11/2022).

“Ada kejadian lucu sih, kita waktu pendampingan di Mabes, di Bareskrim.

Sebelum sidang dimulai, saksi-saksi ini berkumpul di lobi, jadi saksi ini berbicaralah, menyatukan pendapat,” cerita Ronny Talapessy.

Baca juga: MALUNYA Susi, ART Ferdy Sambo, Cuma Bisa Nunduk Saat Ketahuan Bohong, Bharada E: Banyak Bohongnya!

“Ingat ya nanti kita itu diisolasi di rumah Duren Tiga.

Nggak sengaja rekan saya, tim pengacara itu lewat, terus mendengar, karena mereka nggak kenal sambil ngobrol mungkin sangking polosnya ini orang-orang.”

Dari kejadian itu, Ronny bersama tim pengacara kemudian memeriksa BAP saksi-saksi yang memberi keterangan di persidangan untuk kliennya.

Alhasil, Ronny dan Tim pengacara yang mendampingi Terdakwa Richard Eliezer menemukan sejumlah besar kesamaan.

“Inilah, maksudnya kita dapat ditunjukkin oleh Tuhan hal-hal seperti ini.

Makanya kemarin setelah mereka diperiksa, kita baca di BAP, kok sama semuanya ini di BAP bahasanya.

Jadi keliatan banget dugaannya itu sudah diarahkan ya agar menjawab di BAP seperti ini,” ucap Ronny.

Ronny Talapessy saat minta hakim jerat Susi dengan pasal 174 KUHAP dan 242 KUHP tentang Kesaksian Palsu
Ronny Talapessy saat minta hakim jerat Susi dengan pasal 174 KUHAP dan 242 KUHP tentang Kesaksian Palsu ((YouTube Kompas TV))

“Tapi mereka lupa di persidangan itu bukan seperti di kepolisian, kalau pemeriksaan BAP di kepolisian kan menjelaskan, mungkin mereka berpikir seperti itu, tapi kalau di persidangan itu hakim nggak baca BAP.”

Sebab, lanjut Ronny, hakim tentu akan mendengar langsung ketererangan dari saksi dan BAP hanya sebagai tuntunan.

“Kebenaran materil itu adalah kesaksian yang dipakai di persidangan,” ujar Ronny.

Perihal isolasi mandiri, kemarin di persidangan Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu sempat menyanggah kesaksian Susi yang mengatakan rumah di Kompleks Duren Tiga kerap menjadi lokasi isolasi.

Dalam sanggahan Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu, rumah yang kerap dijadikan tempat isolasi adalah di jalan Bangka.

MENGAPA Semua Ajudan Putri Candrawathi Pria? Pakar Hukum Curiga: 'kan Ada Polwan, Kok Ini Laki-laki'

Sementara itu, fakta-fakta baru tentang Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo kembali menjadi sorotan.

Salah satunya, kini keberadaan ajudan Putri Candrawathi turut disoroti oleh majelis hakim.

Bukan tanpa alasan, majelis hakim hingga pakar hukum rupanya curiga mengapa semua ajudan Putri Candrawathi laki-laki.

Padahal mudah bagi Ferdy Sambo menunjuk seorang polwan untuk menjadi ajudan istrinya tersebut.

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Kini teka-teki tersebut pun mulai menjadi sorotan dan perbincangan.

Pakar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Prof Hibnu Nugroho mengaku ada upaya khusus yang sedang dilakukan para hakim mengapa sampai menyoroti para ajudan Putri Candrawathi.

Hal ini dilakukan hakim diungkap Prof Hibnu sebagai upaya membongkar motif pembunuhan berencana pada Brigadir J.

"Sangat relevan sekali.

Idealnya kalau kita lihat di mana punlah, namanya perempuan ya ajudannya perempuan.

Baca juga: SOSOK Leonardo Sambo, Kakak Ferdy Sambo Jadi Saksi, Profesi Terkuak, Terseret Gara-gara Turuti Putri

Ada Polwan dan sebagainya. Ini kok laki-laki," kata Profesor Hibnu Nugroho.

"Sehingga ada sesuatu yang perlu diperjelas kenapa (Putri Candrawathi) pakai ajudan laki-laki," imbuhnya.

Profesor Hibnu menilai hakim perlu menggali fakta bahwa semua ajudan istri Ferdy Sambo adalah laki-laki untuk menggali motif dugaan pembunuhan berencana Brigadir J oleh terdakwa Ferdy Sambo, Richard Eliezer atau Bharada E, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal, dan Putri.

Menurut Guru Besar Bidang Hukum Acara Pidana Unsoed itu tak lazim jika semua ajudan dari seorang istri jenderal merupakan laki-laki.

"Karena kalau kita lihat, kami bukan ahli di bidang SDM ya tapi kebiasaan secara empiris, seorang dekan atau seorang rektor perempuan, ajudannya ya perempuan," terangnya.

Kedekatan Putri Candrawathi dengan ajudan sang suami termasuk Brigadir J
Kedekatan Putri Candrawathi dengan ajudan sang suami termasuk Brigadir J (Twitter)

Profesor Hibnu melihat bahwa majelis hakim berusaha menggali fakta tersebut untuk membongkar motif pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo Cs itu.

"Nampaknya ada sesuatu yang dilakukan oleh majelis hakim untuk membongkar motifnya itu apa," jelasnya.

Ia mengatakan di dalam teori bertanya seorang hakim ada yang disebut dengan kecerdikan aktif dan teknik.

"Kecerdikan itu yang sekarang dilakukan majelis hakim dan jaksa penuntut umum, untuk bukan menjebak tapi menjadikan titik temu bahwa ini loh permasalahannya," pungkasnya.

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.tv dan Tribunnews.com dengan judul Ronny Bongkar Timnya Tangkap Basah Saksi-saksi Samakan Keterangan Bohong Sebelum Sidang Eliezer, Hakim Soroti Ajudan Putri Candrawathi Semuanya Laki-laki, Pakar Hukum Pidana Jelaskan Maknanya

Sumber: Kompas TV
Tags:
Ronny TalapessyBharada EsaksiFerdy SamboBrigadir J
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved