Breaking News:

Komnas HAM Beberkan 4 Kejanggalan Kasus Brigadir J, Kini Desak Hakim Ungkap Percakapan Sambo & Putri

Menurut Damanik, isi percakapan itu penting untuk menguatkan bukti-bukti dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Ferdy Sambo pada Brigadir J

Kolase, TribunJakarta/YouTube Kompas TV
Komnas HAM desak hakim ungkap percakapan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkap empat kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir J.

Ia juga mendesak hakim untuk mengungkap isi percakapan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo di malam hari sebelum kembali ke Jakarta.

Menurut Damanik, isi percakapan itu penting untuk menguatkan bukti-bukti dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Ferdy Sambo terhadap Brigadir J.

Termasuk saran apa yang disampaikan oleh Kuat Maruf kepada Putri Candrawathi untuk segera menghubungi Ferdy Sambo.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa ada beberapa hal janggal yang harus juga terjawab dalam persidangan.

Di antaranya yakni, apakah benar rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga memang digunakan untuk isolasi mandiri.

Sebab menurutnya, kondiri rumah di Duren Tiga itu sesungguhnya tidak layak untuk ditempati.

Kemudian kenapa Bripka RR dan Kuat Maruf yang sudah ditugaskan menjaga anak Ferdy Sambo di Magelang justru ikut ke Jakarta.

Malahan keduanya tidak buru-buru kembali ke Magelang lagi, dan malah ikut ke Duren Tiga.

Baca juga: Singgung soal Pelecehan, Komnas HAM Disebut Jalani Skenario Ferdy Sambo, Akui Dapat Info dari Sini

Baca juga: Sempat Pasrah Hadapi Jenderal, Keluarga Brigadir J Akhirnya Tak Menyerah, Sosok Ini Berperan Penting

Putri Candrawathi dengan baju tahanan dan Ferdy Sambo.
Putri Candrawathi dengan baju tahanan dan Ferdy Sambo. (Tribunnews/ Igman Ibrahim dan Istimewa)

Ahmad Taufan Damanik pun mengatakan bahwa salah satu alasan pihaknya merekomendasikan penyelidikan kekerasan seksual yakni karena khawatir kesaksian itu lebih banyak datang dari cluster Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Itu yang kita khawatir sejak awal. Kedua, bahwa ada tidaknya kekerasan seksual itu, tidak akan mengurangi derajat dari kesalahan saudara FS yang telah melakukan ekstra yudisial killing, kemudian dilengkapi lagi dengan obstruction of justice itu," kata dia dilansir dari Youtube tvOneNews, Minggu (6/11/2022).

 

Ia pun menegaskan bahwa soal kekerasan seksual merupakan keadilan bagi Putri Candrawathi dan Brigadir J.

"Jadi itu hanya right of truth bagi Ibu Putri maupun kepada saudara almarhum. Itu penting juga dalam prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM)," jealsnya.

Kemudian ia juga mempertanyakan isi percakapan Putri Candrawathi ke Ferdy Sambo setelah peristiwa dugaan kekerasan seksual itu terjadi.

"Nah sekarang berkaitan dengan perencanaan, yang juga jadi titik penting itu adalah soal apa sebetulnya isi telepon dari Ibu Putri kepada suaminya, pada malam hari. Atau saran saudara Kuat Maruf itu," kata dia.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Tags:
Taufan DamanikKomnas HAMBrigadir JFerdy SamboPutri Candrawathi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved