Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Pengakuan Ferdy Sambo: Sosok Wanita Nangis, Minta Bharada E Dipecat, Isu Putri Selingkuh dengan Kuat

Sederet pengakuan Ferdy Sambo: soal wanita misterius hingga minta Bharada E dipecat. Bahas isu perselingkuhan Putri dan Kuat Maruf.

Editor: ninda iswara
Kolase Tribunnewsmaker.com
Sederet pengakuan Ferdy Sambo: soal wanita misterius hingga minta Bharada E dipecat. Bahas isu perselingkuhan Putri dan Kuat Maruf. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ferdy Sambo buka suara setelah Bharada E membongkar sosok perempuan misterius.

Bharada E membongkar ada seorang wanita yang menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo di kawasan Bangka, Jakarta Selatan.

Ferdy Sambo juga meminta agar Bharada E ikut dipecat karena terseret kasus pembunuhan terhadap Brigadir J ini.

Ferdy Sambo pun geram dengan keterangan Bharada E, dia meminta sang istri Putri Chandrawathi tidak dilibatkan dalam penembakan Brigadir J.

Tak hanya itu, Ferdy Sambo juga membantah soal adanya perempuan misterius menangis.

Menurut Ferdy Sambo, Bharada E hanya mengarang.

Bantahan Ferdy Sambo juga dilontarkan mengenai isu perselingkuhan sang istri Putri Candrawathi dengan Kuat Maruf.

Baca juga: Yah Pak Jenderal Udah Bisa Ngegas Sikap Ferdy Sambo Dibongkar Senior, Suami PC Dianggap Arogan

Terdakwa Ferdy Sambo tiba untuk menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (20/10/2022). Sidang tersebut beragendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan terdakwa Ferdy Sambo.
Terdakwa Ferdy Sambo tiba untuk menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (20/10/2022). Sidang tersebut beragendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan terdakwa Ferdy Sambo. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ferdy Sambo Ingin Keadilan, Minta Bharada E yang Ikut Tembak Brigadir J Juga Dipecat dari Polri

Eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo mendapat hukuman pemberhentian dengan tidak hormat dari Polri setelah ia melakukan pembunuhan berencana kepada ajudannya sendiri, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Ferdy Sambo terbukti merencanakan pembunuhan dan melakukan penembakan kepada Brigadir J, sehingga ia diberi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Komisi Sidang Etik Polri (KKEP).

Faktanya tak hanya Ferdy Sambo saja yang menembak Brigadir J, tapi juga Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Namun bedanya, Bharada E melakukan penembakan tersebut atas perintah dari Ferdy Sambo.

Hingga kini berjalannya persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Bharada E masih tercatat sebagai anggota Polri, tak seperti Ferdy Sambo yang sudah resmi dipecat.

Menanggapi hal tersebut, Ferdy Sambo pun menilai jika Bharada E seharusnya juga mendapatkan hukuman PTDH seperti dirinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved