Breaking News:

Berita Viral

Pilu Korban Longsor Cisarua, Kakak Beradik Berasal dari Keluarga Kurang Mampu, Tinggalkan Anak-anak

Saat ini, keduanya meninggalkan masing-masing dua orang anak, Pipih meninggalkan seorang anak yang sedang SMK dan SD.

TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Keluarga Korban di Rumah Duka, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Selasa (21/3/2023). Kakak beradik yang meninggal karena longsor meninggalkan anak masing-masing. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kisah pilu kakak beradik yang jadi korban longsor di area Curug Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor hingga meninggal dunia ternyata meninggalkan buah hatinya.

Kakak beradik tersebut merupakan warga Kampung Jogjogan RT. 01/01 Desa Jogjogan.

Korban bernama Pipih (39) dan Bustomi (41), yang merupakan penduduk asli Kampung Cilember.

Saat ini, keduanya meninggalkan masing-masing dua orang anak, Pipih meninggalkan seorang anak yang sedang SMK dan SD.

Saat ini, anak- anaknya tersebut tinggal bersama ayah tirinya dan juga neneknya yang merupakan ibu dari almarhum Pipih.

Keluarga korban, Heri Ujar menceritakan, kalau Pipih sebelumnya sudah pernah memiliki suami yang sudah dikaruniai dua orang anak tersebut.

Baca juga: Posisi Berdampingan Ahli Waris Syok 2 Makam Keluarganya Hilang Terbawa Longsor, Sempat Hujan Deras

Baca juga: Pilu, Pria Korban Longsor di Malaysia Ditemukan Meninggal dalam Kondisi Memeluk Anjing Kesayangannya

Keluarga Korban di Rumah Duka, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua
Keluarga Korban di Rumah Duka, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Selasa (21/3/2023).

"Suami yang pertamanya dari Cianjur, beliau sudah meninggal karena sakit kisaran tahun 2018.

Setelah itu ga lama kemudian setelah beberapa bulan ibu Pipi itu gak punya suami kan ya, jadi dia langsung menikah lagi dengan suami yang baru insyaallah dapetin calon suaminya orang Jogjogan orang sini," ujarnya pada TribunnewsBogor.com Selasa (21/3/2023).

Sementara itu, almarhumah Pipih berjualan sudah sejak lama, sebelum menikah lagi dengan suami yang baru.

"Asal muasalnya beliau kan suami yang pertamanya kesehariannya kan jualan keliling, iya namanya Pak Ujang, nah setelah meninggal dia dapet suami yang baru pun sama jadi keseharian-kesehariannya jualan juga. Yang pak mus, Mustomi namanya. Biasa dipanggil pak Mus," paparnya 

Dirinya juga menceritakan kalau penghasilan almarhumah Pipih tak jarang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

"Dibilang ga cukup ya engga si sebenernya, cuma kan namanya jualan kan dia jadi ga nentu jadi selalu aktifnya itu setiap hari Sabtu Minggu Kebetulan usahanya kan ditempat wisata Curug Cilember, namun terbantu karena suaminya yang bekerja kadang jualan bareng istri kadang juga proyekan," ungkapnya 

Di sisi lain almarhum Bustomi (41) yang merupakan kakak dari almarhumah Pipih (39) juga nasibnya secara perekonomiannya tidak berbeda jauh.

Heri Ujar juga menceritakan tentang almarhum Bustomi, ia menceritakan kalau Bustomi merupakan seorang yang gigih dalam bekerja.

ilustrasi longsor
ilustrasi longsor (Kolase TribunnewsBogor.com/ Siti Fauziah Alpitasari/istrimewa)

"Kalau almarhum Bustomi sempat ikut kerja proyek juga sama saya ikut kadang di curug cilember, dimana aja, kadang di cisarua ikut sama saya jadi bareng bareng," ujarnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Tags:
berita viral hari iniCisarualongsormeninggalBogor
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved