Breaking News:

Berita Viral

GEGARA Utang Pinjol, Pria Nekat Bunuh Sahabatnya dengan Sadis, Pelaku: Sakit Hati Liat Status WA

TERUNGKAP motif pelaku yang tega habisi guru MI alias sahabatnya sendiri, berawal dari pinjol hingga sakit hati

Editor: Damar Klara Sinta
TRIBUNSOLO.COM/MARDON WIDIYANTO
Terkuak motif pelaku pembunuhan yang tega habisi nyawa guru MI di Boyolali 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - TERKUAK motif pelaku yang tega membunuh sahabatnya sendiri dengan sadis. 

Pasca ditemukan mayat di sungai Bengawan Solo, kini terungkap pelaku pembunuhan dan motif pelaku yang tega membunuh guru MI. 

Pelaku pembunuhan menggatakan jika dirinya memiliki hutang pinjol dengan sang korban sebanyak Rp 6 juta. 

Namun kini hutang tersebut telah berbunga menjadi Rp 13 juta. 

Nampaknya korban geram lantaran sang pelaku tak segera membayar hutangnya. 

Sehingga berujung sang korban membuat story di akun WA, namun disembunyikan dari sang pelaku. 

Melihat aksi korban, pelaku mengaku kecewa dan sakit hati.

Baca juga: TRAGIS! Guru MI di Boyolali Dibunuh, Sadis Mayat Dimasukkan Karung Berisi Paving, Dibuang ke Sungai

Kemudian ia memiliki niat untuk membunuh korban. 

Seperti apa ungkapan pelaku pembunuhan yang tega menghabisi nyawa guru MI Boyolali? 

Terkuak motif pelaku pembunuhan yang tega habisi nyawa guru MI di Boyolali
Terkuak motif pelaku pembunuhan yang tega habisi nyawa guru MI di Boyolali (TRIBUNSOLO.COM/MARDON WIDIYANTO)

Utang piutang hingga sakit hati ternyata menjadi motif dibalik pembunuhan Joko Siswoyo (23).

Ia adalah guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Boyolali.

Hal ini diungkap tersangka yang bernama Agung Nugroho (20).

Agung memiliki utang pada korban sebesar Rp6 juta yang telah berbunga menjadi 13 juta.

Usut punya usut, Agung telah menjalin kesepakatan dengan korban untuk meminjam pinjaman online (pinjol) dengan menggunakan nama korban.

Uang tersebut digunakannya untuk bayar utang modal dagang.

Agung mengaku sudah berusaha mencicil utangnya ke korban, namun baru sebesar Rp500 ribu.

Baca juga: JENGKEL Dimarahi soal Telur Ayam, Anak Tega Bunuh Ayah Kandung, Tikam Korban di Dada, Innalillahi!

"Saya utang ke korban melalui pinjol itu atas persetujuan antara saya dan korban,

Dulu saya minjam Rp 6 juta,

Guru MI ditemukan tewas di sungai Bengawan Solo
Guru MI ditemukan tewas di sungai Bengawan Solo (TribunSolo.com/Mardon Widianto)

Namun karena berbunga, jadi sekarang Rp 13 juta," ucap Agung, kepada TribunSolo.com, Senin (8/5/2023).

Niatan untuk membunuh korban muncul ketika Agung mengetahui status WhatsApp (WA) korban dari rekannya.

Dimana korban mengunggah status di akun media sosial WA dengan foto tersangka dengan tulisan 'INFO AGUNG CAH JEBRES WONG RUWET IKI'.

Agung tak bisa melihat status itu di HP-nya karena statusnya disembunyikan oleh korban.

"Saat itu saya masih komunikasi dengan dia,

Ternyata dia mengupload namun disembunyikan dari saya," ujar Agung.

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengatakan Agung sakit hati atas status yang ditulis korban.

Baca juga: GEGARA Istri Sibuk Kerja Hingga Hina Mertua, Suami Tak Terima, Emosi, Nekat Bunuh Anak Kandung

"Oleh karena itu, tersangka Agung sakit hati serta merencanakan hal tersebut kepada korban,

Dengan menghubungi tersangka G yang kini masih buron untuk menyiapkan tongkat dan karung serta mencari lokasi yang sepi," ucap Jerrold kepada TribunSolo.com.

Agung juga mengajak tersangka Gilang Adi Pratama (26) alias Cawet untuk menghabisi nyawa korban.

Dalam ajakannya tersangka Agung berbisik ke Gilang dengan kalimat 'ayo tak ajak nganu joko wet (cawet, -red)'.

"Maksud 'nganu' yang diucapkan pelaku yaitu memukuli korban," ungkap Jerrold.

Setelah berhasil menghabisi korban, tubuh korban dimasukkan Agung dan Gilang ke dalam karung dan diisi tiga buah paving.

Hal ini dilakukan dengan tujuan korban bersama karung dapat tenggelam saat dibuang ke sungai Bengawan Solo.

"Tubuh korban dibuang ke sungai Bengawan Solo,

Tepatnya di Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo dan ditemukan di Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar," kata Jerrold.

Baca juga: Heboh 3 WNI Terlibat Kasus Pembunuhan di Jepang, Mayat Dimasukkan Tas & Dibuang di Pinggir Jalan

Saat mengetahui korban ditemukan dari pemberitaan, Agung diketahui langsung tancap gas kabur ke Ponorogo, Jawa Timur.

"Tahu berita (penemuan korban) itu, Kamis pukul 21.00 WIB, saya melarikan diri ke Ponorogo," pungkas Agung .

BERITA LAINNYA, Wanita Pemilik Hotel Ditemukan Tewas dalam Kondisi Terikat Tali, Pengacara Menduga Kliennya Dibunuh

Wanita bernama Naima S Bachmid (62), pemilik Hotel Assirot Residence ditemukan tewas di rumahnya.

Jenazah Naima ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan mulut dilakban pada Kamis (13/4/2023).

Naima meninggal di dalam kamar rumah yang sebelumnya dijadikan penginapan di Jalan Assirot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Diketahui, Naima memiliki 2 orang anak yang kini sudah dewasa.

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Istimewa)

Baca juga: 6 Pelaku Perampokan Sadis yang Menewaskan Sopir Taksi Online Tertangkap, Terancam Hukuman 15 Tahun

Pengacara korban, Novianus Martin Matimbau mengungkapkan kondisi kedua anak Naima tersebut.

Anak pertama Naima sedang bekerja di Amerika Serikat. Sedangkan anak kedua berada di luar kota untuk berbisnis.

"Kalau terhadap anaknya belum (diperiksa polisi), karena anaknya mungkin masih dalam keadaan syok, jadi belum bisa," ujar Martin saat ditemui di lokasi, Jumat (14/4/2023).

Kedatangan anak kedua Naima saat itu untuk mengambil paket. Keluarga juga telah memakamkan jenazah korban usai diotopsi.

Martin menuturkan, saat kejadian dugaan pembunuhan terjadi, kedua anak Naima sedang tak ada di rumah.

Martin pun meyakini, bahwa kliennya itu tewas karena dibunuh.

"Terkait proses ini, baik itu penyidikan tugasnya kepolisian jadi kami tidak masuk ke ranah itu," ucap Novianus. "Tetapi dari keluarga berharap agar pelaku cepat ditangkap. Semoga bisa terungkap apa sebabnya, motifnya apa," lanjutnya.

Baca juga: BURONAN Kasus Pencabulan Santriwati di Pesantren Batang Diringkus Polisi, Jumlah Korban Bikin Syok

Misteri 2 ART

Kedua ART Naima S Bachmid menghilang usai majikannya ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya, Kamis (13/4/2023) dini hari.

Pihak keluarga korban pun memberikan reaksi mengenai tewasnya Naema dalam kondisi tangan terikat dan mulut dilakban di rumahnya di Jalan Assirot, RT06/01, No 26 A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Kalau kenal atau tidaknya itu karena di rumah ada dua pembantu, apakah pembantu tersebut yang diduga atau gimana kita tidak tahu," kata kuasa hukum Naema, Martin di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (13/4/2023) malam.

Martin mengatakan pihak keluarga korban berharap pelaku segera diringkus.

"Terkait penyelidikan itu tugas kepolisian, tapi kita berharap pelaku segera ditangkap, sehingga bisa ketahuan motifnya," kata Martin.

Martin mengungkapkan pihak keluarga korban tidak berpikir terkait dugaan pelaku pembunuhan Naema S Bachmid.

Pasalnya, Martin menegaskan akan terus menunggu hasil dari penyelidikan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Sementara itu, rencananya, jenazah segera dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan pada Jumat (14/4/2023).

Diketahui sebelumnya, Naema ditemukan tak bernyawa oleh keluarga dan kerabatnya, kondisinya dalam keadaan kedua tangan terikat tubuh dan mulutnya dilakban.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Andri Kurniawan.

Menurut Andri, Naema merupakan pemilik penginapan Assirot yang berada di kawasan Kebon Jeruk.

Saat ditemukan, katanya Naema sudah terbujur kaku tak bernyawa di lokasi penginapan Assirot.

Menurutnya, Korban ditemukan dalam posisi tubuh dan tangannya diikat, serta mulut ditutup lakban.

"Ya benar, seorang wanita berinisial NA ditemukan tidak bernyawa di penginapan Assirot kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat," kata Andri.

Andri menjelaskan, pihaknya sudah bergerak cepat datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung serta keterangan para saksi di lokasi," ujar Andri.

"Untuk perkara masih dalam proses penyelidikan, mohon waktu yah kami akan menyampaikan keterangan lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini," tambahnya.

Di lokasi kejadian, katanya dua kendaraan mewah milik korban yakni BMW dan Fortuner diduga dibawa kabur oleh pelaku.

"Hingga kini petugas masih mendalami kasus penemuan mayat janda pemilik penginapan Assirot," pungkasnya. (TribunSolo/ Mardon Widiyanto)

Berita ini telah diolah oleh TribunSolo.com 

Sumber: Tribun Solo
Tags:
berita viral hari iniMotif Pelaku PembunuhanpinjolGuru MI Dibunuh dengan SadisGegara Sakit HatiWhatsAppsahabat
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved