Breaking News:

Berita Kriminal

ASTAGFIRULLAH! Perkara Status WhatsApp, Nyawa Pria Semarang Melayang, Ditusuk & Dihantam Paving

Astagfirullah! perkara status WhatsApp nyawa pria Semarang tewas usai kepalanya dihantam paving blok.

Editor: Candra Isriadhi
TribunPalu /TribunJakarta
ILUSTRASI pengeroyokan pria di Semarang. Astagfirullah! perkara status WhatsApp nyawa pria Semarang tewas usai kepalanya dihantam paving blok. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Astagfirullah! perkara status WhatsApp nyawa pria Semarang melayang usai kepalanya dihantam paving blok.

Peristiwa mengenaskan tersebut dialami oleh Eko Ahmat Ariyadi (27) pada Minggu (23/7/2023).

Penganiaayaan terhadap Eko Ahmat Ariyadi berawal dari status WhatsApp yang dibuatnya.

Miris status WhatsApp tersebut melah menyinggung sejumlah pemuda di Meteseh, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pada akhirnya Eko Ahmat Ariyadi dianiaya hingga mendapatkan 14 luka tusukan.

Ketujuh pelaku yang penyerangan yakni Abdul Muis alias Boces (23), Nicko Jaisy Maisa alias Bagas (24), Luluk Arfian alias Rovan (19), Andre William (20) Muhammad Abdul Aziz (22), Saiq Fazal alias Bongo (27), Ahmad Satrio (19) menghadiri konferensi pers di Polrestabes Semarang, Selasa (25/7/2023).
Ketujuh pelaku yang penyerangan yakni Abdul Muis alias Boces (23), Nicko Jaisy Maisa alias Bagas (24), Luluk Arfian alias Rovan (19), Andre William (20) Muhammad Abdul Aziz (22), Saiq Fazal alias Bongo (27), Ahmad Satrio (19) menghadiri konferensi pers di Polrestabes Semarang, Selasa (25/7/2023). (KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah)

Kronologi

Eko, warga Klipang, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang itu dihajar menggunakan paving oleh 13 pelaku, 7 pelaku sudah ditangkap sementara 6 pelaku lainnya masih buron.

Ketujuh orang tersebut masing-masing M Abdul Muis alias Boges (23), Nicko Jaisy Maisa alias Bagas (24), Luluk Arfian alias Royan (19), Andre William (20).

Sejumlah pelaku membeberkan kejadian itu bermula dari status WhatsApp milik Saiq yang menyindir rekannya bernama Ayub atau saksi 2.

Baca juga: Tahu Pemuda Tampan Ini? Jadi Artis Sejak 1971, Kini Disorot Gegara Kasus Penganiayaan

Namun justru temannya bernama Andre yang tersinggung pada unggahan status Saiq.

“Kalau enggak mau kumpul lagi ya dianggap apa, saya nyindir gerombolannya Ayub.

Dikira Andre, saya nyindir dia, terus tak jelaskan dan ngajak ketemu Ayub di Taman Meteseh, mau ngelihatin aja (klarifikasi),” tutur Saiq.

“Saya kan enggak pernah main, dia buat status gitu kan saya, kan saya tersinggung sama Saiq.

Terus karena saya enggak percaya, Saiq ngajak ke Taman Meteseh nyari Ayub,” imbuh Andre.

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan. (Tribunnews.com)

Setibanya di Taman Meteseh, saksi 2 yakni Ayub sudah pulang terlebih dahulu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
pengeroyokanSemarangWhatsApppaving
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved