Breaking News:

Kabupaten Klaten

KONDISI Rumah Milik Slamet hingga Mendapatkan Bansos RTLH dari PT TIV-PABRIK Klaten

Kondisi memprihatinkan rumah Pak Slamet di Delanggu Klaten sehingga mendapatkan bansos RTLH dari PT TIV-PABRIK Klaten.

Editor: Delta Lidina
TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo
Kondisi rumah Agus Suparno dan Slamet warga Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten yang mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari PT Tirta Investama-Pabrik Klaten. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN - Slamet warga Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, menjadi salah satu penerima Bantuan Sosial (Bansos) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari PT Tirta Investama-Pabrik Klaten.

Nasib baik tak berhenti sampai di situ, bansos tersebut diserahkan langsung saat Bupati Klaten Sri Mulyani menyambangi langsung rumahnya, Kamis (19/10/2023).

Dari pantauan di kediaman wanita asli Desa Kepanjen itu, dari depan rumah sudah terlihat tua dan rapuh.

Dari depan nampak tembok dengan warna cat yang sudah memudar bahkan nampak jelas berbeda atara atas dan bawah.

Di teras rumah terdapat 2 kursi tua serta kandang ayam dan setumpuk kayu bakar.

Sementara bagian samping rumah, nampak jelas tembok tak diplester semen menyangga atap rumah tersebut.

Bupati Klaten, Sri Mulyani (kerudung dan kemeja biru) didampingi Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Soegijanto (kerudung biru dan batik biru) diantara penerima bantuan RTLH warga di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kamis (19/10/2023). 
(Dokumentasi Prokopim Setda Kabupaten Klaten)
Bupati Klaten, Sri Mulyani (kerudung dan kemeja biru) didampingi Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Soegijanto (kerudung biru dan batik biru) diantara penerima bantuan RTLH warga di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kamis (19/10/2023). (Dokumentasi Prokopim Setda Kabupaten Klaten) (Dok Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Beralih ke bagian atas, beberapa genteng sudah melorot.

Terbayang kala hujan pasti rumah tersebut dipenuhi air akibat bocor di berbagai tempat.

Masuk bagian dalam rumah, tak ada perabot mewah, yang ada hanya dua lemari tua ditambah meja usang yang dipakai untuk meja makan, bahkan lantainya hanya disemen khas rumah zaman dulu.

Bergeser ke bagian belakang nampak toilet dan dapur menjadi satu bagian.

Toilet dibangun dengan tinggi dinding hanya setengah dari tinggi bangunan sehingga saat berdiri akan terlihat siapa yang berada di kamar mandi.

Rumah yang dapat bantuan PT Tirta Investama-Pabrik Klaten
Rumah yang dapat bantuan PT Tirta Investama-Pabrik Klaten

Sementara bagian dapur masih beralaskan tanah, bahkan pada ujung bangunan rangka penyangga genteng sudah rusak parah hingga teriknya sinar matahari dengan mudah masuk ke rumah tanpa terhalang apapun.

Untuk diketahui, bahwa Slamet tak sendiri. Ia tinggal bersama adiknya Agus Suparno (51) yang hanya buruh bangunan dengan hasil tak menentu.

Ia mengungkapkan jika penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sehingga tidak terlintas dibenaknya untuk memperbaiki rumah berukuran 8,5 meter x 10 meter persegi tersebut.

ruang tamu rumah bansos PT Tirta Investama-Pabrik Klaten
Kondisi ruang tengah milik Agus Suparno dan Slamet warga Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kamis (19/10/2023)

"Keadaan rumah kayak gini udah lama, karena cuma kerja di proyek," ungkapnya.

Halaman 1/3
Tags:
Sri MulyaniKlatenrumah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved