Israel Kepung Total Bantuan Kemanusiaan Gaza, Pasokan Listrik dan Air Diputus, Rumah Sakit Lumpuh
Kekejaman serangan balasan dari Israel sudah hampir melumpuhkan Gaza, yang mana pasokan listrik dan logistik bantuan ditahan.
Editor: Sinta Manila
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kekejaman serangan balasan dari Israel sudah hampir melumpuhkan Gaza, yang mana pasokan listrik dan logistik bantuan ditahan.
Ini merupakan ancaman dari Israel pada Hamas yang sudah menyandera warga dan melancarkan serangan.
Sedangkan gencatan senjata diduga belum akan dilakukan kedua belak pihak dalam waktu cepat.
Baca juga: 5000 Warga Palestina Tewas, Ratu Yordania Kritik Bangsa Barat yang Benarkan Israel Alasan Bela Diri
Pada Selasa (24/10/2023), Kementerian Kesehatan di Gaza mengeluarkan peringatan jika sejumlah generator listrik tidak akan bisa menyala dalam 48 jam ke depan.
Seperti yang dikutip dari Al Jazeera, Ashraf Al Qudra, juru bicara Kemenkes di Gaza mengatakan aliran bantuan ke Gaza "lambat dan tidak akan mengubah kenyataan" di lapangan.
Baca juga: NYALI Serangan Darat Israel Seketika Ciut Begitu Dirudal Hamas, 1 Tentara Israel Tewas: Tank Hancur

"Sistem layanan kesehatan sudah mencapai tingkat paling buruk dalam sejarah," ujarnya dalam laporan Al Jazeera.
Semua rumah sakit di Gaza mengatakan kehabisan bahan bakar untuk menggerakkan generator listrik.
Sehingga mereka semakin tidak mampu merawat korban luka dan sakit.
Para dokter di Gaza memperingatkan, peralatan penting seperti inkubator untuk bayi baru lahir berisiko akan berhenti beroperasi.
Baca juga: Ultimatum Mengerikan Iran pada Israel: Hentikan Genosida di Gaza atau Situasi Bakal Tak Terkendali
Rumah sakit kehabisan bahan bakar
Saksi mata mengatakan, sebuah ambulans tiba di Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya dalam kegelapan, dan staf menerangi jalan dengan cahaya dari ponsel.
Rumah Sakit Indonesia, yang terbesar di Gaza utara, mengatakan sudah mematikan semua peralatan, kecuali departemen yang dianggap vital seperti Unit Perawatan Intensif.

Lebih dari 40 rumah sakit dan klinik di Gaza telah menghentikan operasinya, baik karena kekurangan bahan bakar atau kerusakan akibat pemboman Israel, kata juru bicara Kementerian Kesehatan.
Dikutip dari situs Kompas TV, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Judha Nugraha mengatakan, masalah yang dihadapi adalah terbatasnya persediaan bahan bakar solar untuk menjamin listrik.
Para dokter di Gaza mengatakan, pasien yang tiba di rumah sakit menunjukkan tanda-tanda penyakit karena jumlah orang yang harus dirawat membeludak serta sanitasi yang buruk.
Sumber: Kompas.com
Potret Pilu DJ Koo di Makam Barbie Hsu, Tertunduk Lesu, Hampir Tiap Hari Datang, Buat Peziarah Sedih |
![]() |
---|
Mirisnya Kehidupan Putri Jackie Chan, Etta Ng jadi Tunawisma di Kanada, Tidur di Kolong Jembatan |
![]() |
---|
Beda Nasib dari Pangeran Al Waleed, Munira Abdulla Bangun Lagi Setelah 27 Tahun Koma, Bak Keajaiban |
![]() |
---|
Perjuangan Ayah Pangeran Al Waleed, Tolak Lepas Alat Bantu Hidup Anak, Kamar RS jadi Tempat Berdoa |
![]() |
---|
Pangeran Arab Al Waleed Koma 20 Tahun, 3 Dokter AS Didatangkan untuk Menyadarkan, Hasilnya Sia-sia? |
![]() |
---|