Breaking News:

PECAH TANGIS Jurnalis di Gaza:'Kemarin Saya Tangisi Anak Orang Lain Tiada, Hari Ini 4 Anakku Tewas!'

Lagi bertugas meliput di Gaza, jurnalis ini dikabari empat anaknya tewas dibom Israel: nangis kejer!

Editor: Dika Pradana
AFP Mahmud Hams
Jurnalis Mohammed Alaloul menangisi tewasnya anaknya dibom Israel 

Sebelumnya, ia padahal sudah menjanjikan kepada mereka kehadiran seorang adik perempuan secepatnya.

Gaza telah dibombardir tanpa henti oleh Israel sejak kelompok Hamas menyerbu dari wilayah tersebut pada 7 Oktober.

Lebih dari 10.000 warga Palestina dilaporkan telah terbunuh dalam respons Israel terhadap serangan Hamas.

Baca juga: BOCOR! Skenario Amerika & Sekutu Jika Hamas Dilenyapkan Israel, Gaza akan Dikuasai Pasukan Ini!

Seorang warga Palestina memegang jenazah seorang anak yang terbungkus kain kafan sementara orang lain bereaksi di sampingnya, di luar rumah sakit setelah pemboman Israel di pinggiran timur Kota Gaza, Shujaiya pada 4 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas.
Seorang warga Palestina memegang jenazah seorang anak yang terbungkus kain kafan sementara orang lain bereaksi di sampingnya, di luar rumah sakit setelah pemboman Israel di pinggiran timur Kota Gaza, Shujaiya pada 4 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. (DAWOOD NEMER / AFP)

Israel mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk menghancurkan Hamas dan menyelamatkan lebih dari 200 sandera yang diyakini ditahan di Gaza.

Setelah serangan terakhir, tetangga Alaloul, Said al-Najma, dan puluhan warga lainnya langsung berupaya membersihkan puing-puing untuk menemukan korban yang selamat.

Mereka mencari di antara lempengan-lempengan beton yang berjatuhan dan berlumuran darah.

Namun, seringkali yang mereka temukan hanyalah mayat atau potongan-potongan tubuh.

"Kami tidak punya apa-apa untuk mencari atau membersihkan reruntuhan," kata Najma.

Kadang-kadang dalam pencarian ini, ada harapan.

Talaat Barhom (Kiri) menghadiri pemakaman istri dan empat anaknya yang tewas akibat pemboman Israel, di Rafah, Jalur Gaza selatan pada 6 November 2023. Ribuan warga sipil, baik warga Palestina maupun Israel, tewas sejak 7 Oktober 2023. , setelah militan Hamas Palestina yang berbasis di Jalur Gaza memasuki Israel selatan dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memicu perang yang diumumkan oleh Israel terhadap Hamas dengan pemboman balasan di Gaza.
Talaat Barhom (Kiri) menghadiri pemakaman istri dan empat anaknya yang tewas akibat pemboman Israel, di Rafah, Jalur Gaza selatan pada 6 November 2023. Ribuan warga sipil, baik warga Palestina maupun Israel, tewas sejak 7 Oktober 2023. , setelah militan Hamas Palestina yang berbasis di Jalur Gaza memasuki Israel selatan dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memicu perang yang diumumkan oleh Israel terhadap Hamas dengan pemboman balasan di Gaza. (Photo by MOHAMMED ABED / AFP) (AFP/MOHAMMED ABED)

Ketika seseorang ditarik dari bawah reruntuhan dalam keadaan hidup, warga akan langsung membawa mereka melewati puing-puing ke mobil dan bergegas membawanya ke rumah sakit terdekat.

Namun lebih sering, mereka yang berada di bawah reruntuhan sudah meninggal, dan jenazahnya dengan cepat ditutupi.

"Anda akan membutuhkan buldoser untuk menghancurkan tembok-tembok yang masih berdiri agar para penggali dapat mengakses dan mengeluarkan korban yang tewas dan terluka," ujar seorang warga, Abu Chandi Samaan (55)m yang telah mengais-ngais reruntuhan.

Dia berucap, di atas segalanya, yang paling membantu adalah diakhirinya perang ini.

"(Namun) Tidak ada yang menyuruh Israel untuk berhenti," keluhnya.

"Sementara kami tidak memiliki air, makanan, atau apa pun yang Anda butuhkan untuk bertahan hidup." imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
berita viral hari inijurnalisGazaanakIsraelPalestina
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved