Berita Viral
NAHAS! Perempuan Tewas Tertabrak Kereta Api di Lamongan, Terpental 400 Meter, Kondisinya Mengenaskan
Nasib nahas menimpa seorang perempuan pejalan kaki di Lamongan karena meninggal dunia usai tertabrak kereta api (KA).
Editor: Eri Ariyanto
Saat itu dia masih berada di dalam rumah.
"Saya langsung ke luar, dipikir hanya anjlok biasa, saya cek sampai ke ujung sana, ternyata anjlok karena tabrakan," katanya.
Roma memang tinggal di sekitar rel kereta api Cicalengka-Haurpugur.
Baca juga: Listrik Padam! Syok Petugas KA Turangga Lagi Bersihkan Toilet saat Kecelakaan, Penumpang Histeris

Karenanya, ketika peristiwa itu terjadi, ia terbilang yang pertama sampai ke titik kereta bertabrakan.
Roma mengaku belum pernah terjadi sebelumnya tabrakan kereta api di Cicalengka.
Adapun Elis bersama Sofyah, warga yang rumahnya juga dekat dengan lokasi kecelakaan tabrakan KA itu mengaku sebelum terjadinya tabrakan adu banteng itu mereka sempat mendengar seperti suara ban meletus.
"Tadi saya sedang berada di luar rumah dan mendengar seperti suara ban meletus. Saya melihat penumpang dari KA Turangga 65A berhamburan dan meloncat ke bagian kanan juga kiri," katanya.
Dia pun mengaku sempat melihat di lokasi kejadian seperti daun-daun beterbangan.
"Penumpang pada turun. Saya kaget banget. Baru kali ini ada kejadian dekat rumah. Tadi juga banyak penumpang yang saya suruh istirahat sebentar di rumah," katanya.
Akibat kecelakaan itu, empat orang meninggal, dan 42 orang luka-luka.
"Korban yang luka tersebut sudah dievakuasi ke RSUD Cicalengka dan beberapa puskesmas,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo. Ada pula yang dibawa ke RS AMC Cileunyi.
Hingga Jumat siang, dari empat korban meninggal, baru tiga yang berhasil dievakuasi, yakni masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka, Julian Dwi Setiono; asisten masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka, Ponisa; dan pramugara KA Turangga, Andrian (22).
Korban keempat yang meninggal, petugas PAM Stasiun Cimekar, Enjang Yudi, baru berhasil dievakuasi menjelang magrib, pukul 17.25 WIB.
Ibrahim mengatakan, seluruh rangkaian gerbong telah mereka sisir. Enjang menjadi korban terakhir yang dievakuasi.
Ibrahim mengatakan, evakuasi korban terakhir memakan waktu lama karena di tempat kejadian perkara terjadi penumpukan material dari kecelakaan kereta api.
"Tim sulit mengakses posisi korban karena tertutup material yang keras," ujarnya.
Tim sudah melakukan pemotongan dengan menggunakan alat tapi tidak berhasil.
"Akhirnya diambil langkah penarikan gerbong di ujung agar ada renggangan. Alhamdulillah penarikan berhasil walau cukup lama. Gerbong ditarik dari dua sisi sehingga petugas dapat akses masuk, " katanya.
"Data korban untuk yang luka terdapat 42 orang. Dua di antaranya luka berat, dan sudah dirujuk ke rumah Sakit Edelweis," ujarnya.
(TribunMadura.com/Hanif Manshuri)
Diolah dari berita tayang di TribunMadura.com
Timothy Ronald Anak Siapa? Viral Beli 11 Juta Saham BBCA hingga Dijuluki The Next Warren Buffett |
![]() |
---|
Jaket Ojol Lusuh yang Robek & Kotor Jadi Saksi Bisu Kematian Affan Kurniawan Dilindas Rantis Brimob |
![]() |
---|
Kesaksian Teman yang Lihat Affan Kurniawan Dilindas Rantis Brimob, Meninggal Saat Perjalanan ke RS |
![]() |
---|
'Pembunuh Woi!', Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri Diteriaki Massa Saat Melayat Affan Kurniawan |
![]() |
---|
Jadi Sosok Kontroversial, Ahmad Sahroni Dimutasi dari Posisi Wakil Komisi III DPR, Karena Hal Ini |
![]() |
---|