Palestina vs Israel
Bisnis Merosot, Starbucks Pangkas Target Tahunan Imbas Perang Israel & Hamas, Dampaknya Meluas ke AS
Starbucks dikabarkan telah memangkas perkiraan penjualan tahunannya karena perang Israel dengan kelompok militan Palestina Hamas merugikan bisnisnya.
Editor: Sinta Manila
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dampak perang Israel di Palestina telah nyata memengaruhi perusahaan yang dituding terafiliasi.
Salah satunya Starbucks, coffee shop terbesar di dunia itu mengakui bahwa penjualannya menurun drastis.
Mereka bahkan tidak mampu berekspektasi lebih terhadap konsumen yang kini berhati-hati dalam berbelanja.
Baca juga: PILU Pegawai Starbucks Di-PHK Imbas Aksi Boikot Produk Pro Israel, Rugi Rp186 T: Banyak Gerai Tutup
Starbucks dikabarkan telah memangkas perkiraan penjualan tahunannya karena perang Israel dengan kelompok militan Palestina Hamas merugikan bisnisnya di Timur Tengah.
“Kami melihat dampak signifikan terhadap penjualan kami di Timur Tengah akibat konflik tersebut,” ujar Laxman Narasimhan, CEO Starbucks dalam sebuah pernyataan, Selasa (30/1/2024).
“Dampaknya juga meluas ke Amerika Serikat,” sambungnya, mengutip beberapa konsumen yang melancarkan kampanye protes dan boikot yang meminta perusahaan untuk mengambil sikap terhadap masalah ini.
Perusahaan mencatat adanya permintaan yang lebih lemah pada Januari ini dan lambatnya pemulihan di China kemungkinan akan mengurangi kinerja kuartal II 2024.
Meskipun penjualan serupa di China naik 10 persen pada kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2023, membaik dari kenaikan 5 persen pada kuartal sebelumnya.
Starbucks mengatakan pemulihan masih lebih lambat dari ekspektasi karena konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam berbelanja.
Jaringan kedai kopi terbesar di dunia ini juga tidak mencapai ekspektasi pasar terhadap hasil kuartal I 2024, yang dipengaruhi oleh melambatnya permintaan kopi dan minuman dingin di Amerika Serikat.
Bulan lalu, perusahaan mengatakan mereka adalah organisasi non-politik dan menepis rumor bahwa mereka telah memberikan dukungan kepada pemerintah atau tentara Israel.
“Meskipun Starbucks berupaya untuk memitigasi hambatan di Amerika Serikat melalui upaya-upaya termasuk penawaran promosi, rencana tersebut memerlukan waktu untuk terwujud,” kata para eksekutif perusahaan.
Perusahaan kini memperkirakan penjualan setahun penuh baik secara global maupun di Amerika Serikat akan tumbuh antara 4 hingga 6 persen, turun dari kisaran pertumbuhan sebelumnya sebesar 5 hingga 7 persen.
Artikel diolah dari Tribunnews.com
Sumber: Tribunnews.com
| Detik-detik Kejadian Pria Israel Meledak Terkena Ranjau Darat saat Menendang Bendera Palestina |
|
|---|
| Terungkap Sumber Pasokan Senjata Hamas, Ternyata dari Iran dan Pasar Gelap: Diselundupkan |
|
|---|
| Toko Roti di Gaza Buka Kembali, Warga Rela Antre Berjam-jam, Sebelumnya Sempat Konsumsi Pakan Ternak |
|
|---|
| Heboh! Bom-bom Israel Ditemukan di Sekolah-sekolah Gaza, Beratnya Bikin Terkaget-kaget: Total 453 Kg |
|
|---|
| Ribuan warga Israel Unjuk Rasa, Tuntut Akhiri Perang Gaza, 'Orang Yahudi & Arab Tolak Bermusuhan' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Starbucks-terancam-bangkrut-gegara-aksi-boikot-produk-pro-Israel.jpg)