Iran vs AS
Drama Konflik Timur Tengah Memanas, Donald Trump Disebut Menolak Keras Proposal Perdamaian Iran
Trump disebut menolak keras proposal damai Iran, ketegangan Timur Tengah kembali memanas.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Donald Trump disebut menolak keras proposal perdamaian balasan dari Iran terkait konflik Timur Tengah.
- Penolakan tersebut membuat harapan meredanya ketegangan antara Washington dan Teheran kembali pupus.
- Situasi memicu kekhawatiran dunia karena berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan jalur minyak global di Selat Hormuz.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Drama konflik Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menolak keras proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran.
Penolakan tersebut langsung memicu kekhawatiran dunia internasional karena harapan meredanya ketegangan antara Washington dan Teheran kini terancam pupus.
Laporan terbaru menyebut proposal Iran berisi tuntutan penghentian perang di berbagai front, pencabutan sanksi ekonomi Amerika Serikat, hingga pembukaan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Namun, Trump dikabarkan menyebut respons Iran sebagai “totally unacceptable” atau sama sekali tidak bisa diterima dalam pernyataannya di media sosial.
Situasi semakin panas karena negosiasi damai yang sebelumnya diharapkan menjadi jalan keluar justru berujung kebuntuan baru antara kedua negara.
Ketegangan itu turut berdampak pada keamanan kawasan Teluk dan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.
Sejumlah laporan juga menyebut aktivitas militer di kawasan Timur Tengah mulai meningkat menyusul memburuknya hubungan diplomatik AS dan Iran.
Kondisi tersebut membuat harga minyak dunia kembali bergejolak dan memicu kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan.
Kini, dunia menanti langkah berikutnya dari Washington dan Teheran di tengah ancaman eskalasi yang disebut dapat mengguncang stabilitas global.
Baca juga: IRGC Bergerak Cepat, Situs Nuklir Iran Dijaga Ketat setelah Muncul Rencana Serangan Donald Trump
Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak mentah-mentah proposal balasan yang diajukan Iran untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Penolakan itu disampaikan Trump setelah menerima respons Iran terhadap proposal perdamaian yang sebelumnya diajukan Washington.
Respons tersebut diketahui disampaikan melalui mediator Pakistan pada Minggu (10/5/2026).
Sumber diplomatik menyebutkan, Iran menawarkan sejumlah poin penting dalam proposal balasannya.
Di antaranya penghentian segera pertempuran, pembukaan kembali jalur pelayaran dan penghentian blokade di Selat Hormuz, serta jaminan bahwa tidak akan ada lagi serangan di masa mendatang.
| Ogah Tiru Jejak Perjanjian Nuklir Era Barack Obama, Donald Trump Pilih Keraskan Sikap dan Tekan Iran |
|
|---|
| Iran Tebar Keistimewaan di Selat Hormuz, Kapal China-Rusia Diprioritaskan: Dapat Perlakuan Khusus |
|
|---|
| Keputusan Akhir Soal Iran, Trump Ingin Teheran Lepas Nuklir: Yang Kurang Penting Telah Disepakati |
|
|---|
| Langkah Mengejutkan Donald Trump! Disebut Sebarkan Draf Perjanjian Damai Perang Iran ke Sekutunya |
|
|---|
| Prediksi Iran Terbukti, Donald Trump Ancam Oman dengan Serangan Besar Jika Tak Ikuti Kemauan AS |
|
|---|