Breaking News:

Harga Beras Terus Meroket, Update Terbaru Mei 2024 Kualitas Medium Sentuh Angka Rp 14.330 Per Kg

Harga beras terbaru 2024 terus meroket, kualitas medium sentuh angka Rp 14.330.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Badan Pangan Nasional
Pemerintah Lanjutkan Program Bansos Beras. Harga beras terbaru 2024 terus meroket, kualitas medium sentuh angka Rp 14.330. 

Harga beras itu jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 10.900-Rp 11.800 per kg yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi.

Naiknya harga beras pun berkebalikan dengan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang berangsur turun.

Dalam sepekan terkahir, 22-29 Februari 2024, harga rerata nasional GKP tersebut turun tipis dari Rp 7.170 per kg menjadi Rp 7.110 per kg.

Ilustrasi. Penyaluran bansos beras kepada warga di RW 10 Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/8/2021).
Ilustrasi. Penyaluran bansos beras kepada warga di RW 10 Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/8/2021). (Sumber: Kompas.tv/Ant)

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Bustanul Arifin menyebut fenomena El Nino menjadi penyebab utama kenaikan harga beras belakangan ini.

Namun, menurutnya, faktor produktivitas padi yang masih rendah juga tidak bisa diabaikan.

Produktivitas padi nasional hanya naik tipis sekali dari 5,24 ton per hektar pada 2022 menjadi 5,26 ton per hektar pada 2023.

”Karena terlalu mengandalkan luas panen, makanya begitu luas panen terganggu El Nino, produktivitasnya juga tidak akan naik,” kata Bustanul dikutip Kompas.id.

Bustanul menyebut produktivitas padi Indonesia saat ini berada di fase pertumbuhan mendatar atau leveling off di angka sekitar 5 persen.

Hal tersebut terjadi sejak Indonesia mengalami lompatan produksi padi dari 2,64 ton per hektare pada 1976 menjadi 5,14 ton per hektar pada 2014.

Indonesia diketahui kalah dari negara tetangga, Vietnam dan Thailand dalam hal lompatan produksi padi yang mencapai rerata 6 ton per hektare.

Kenaikan produktivitas itu terjadi karena kedua negara tersebut menerapkan penggunaan benih unggul hasil riset serta melakukan inovasi dan adaptasi teknologi.

”Kedua negara itu telah menerapkan pertanian presisi dan smart farming. Indonesia perlu belajar dari kedua negara tersebut,” kata Bustanul.

Sementara itu, Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo menyebut Perum Bulog terus berupaya menstabilkan harga dan pasokan beras.

Salah satunya melalui dana dekonstrasi dari pemerintah pusat untuk mengendalikan inflasi.

Nyoto Suwignyo menyebut anggaran dana dekonsentrasi bagi pemerintah daerah pada tahun ini sebesar Rp 154,74 miliar.

Namun, menurutnya, anggaran dekonsentrasi tersebut belum dimaksimalkan.

”Namun, masih banyak pemerintah provinsi yang belum memanfaatkan dana tersebut.

Dari 38 provinsi, baru enam provinsi yang telah merealisasikan dana itu. Itu pun masih sangat kecil,” katanya.

(Kompas.tv/Ikhsan Abdul Hakim)

Diolah dari artikel Kompas.tv.
 

Sumber: Kompas TV
Halaman 2/2
Tags:
beras premiumharga beras terbaruharga sembakominyak goreng
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved