Breaking News:

Berita Viral

Fenomena Gunung Berapi Erebus di Antarktika Muntahkan Debu Emas Murni, Senilai Rp 96,7 Juta Perhari

Dalam satu hari, diperkirakan gunung berapi ini memuntahkan sekitar 80 gram emas yang bernilai sekitar Rp 96,7 juta.

Editor: Sinta Manila
IST
Fakta Menarik Antartika, di Antaranya Terdapat Gunung Berapi Bernama Erebus 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Fenomena alam yang menggemparkan terjadi di puncak gunung berapi di Antarktika.

Bahwa gunung yang bernama Erebus memuntahkan debu emas ke udara.

Dalam satu hari, diperkirakan gunung berapi ini memuntahkan sekitar 80 gram emas yang bernilai sekitar 6.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 96,7 juta.

Baca juga: Tragis! Kakak Adik di California AS Diserang Singa Gunung, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Salah satu gunung berapi teraktif di Antarktika ini diketahui memiliki ketinggian puncak 3.794 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Dikutip dari IFLScience, Gunung Erebus adalah gunung berapi aktif tertinggi di Antarktika dan bahkan merupakan gunung berapi aktif paling selatan Bumi.

Diketahui, terdapat 138 gunung berapi di antarktika dengan 8 hingga 9 gunungnya masih dianggap aktif.

Banyaknya gunung berapi tersebut menandakan bahwa Benua Antarktika adalah negeri es sekaligus api.

Para ilmuwan menemukan, semburan dari gunung yang berada di Pulau Ross, Antarktika ini kaya akan kristal kecil emas metalik.

Mereka telah mendeteksi jejak emas di udara sejauh 1.000 kilometer dari Gunung Erebus.

Ilustrasi Gunung Erebus, gunung berapi aktif di Antartika.
Ilustrasi Gunung Erebus, gunung berapi aktif di Antartika. (Wikimedia Commons)

Memiliki kimia magma tidak biasa

 

Kristal kecil emas metalik yang disemburkan oleh Erebus memiliki ukuran tidak lebih dari 20 mikrometer.

Dalam satu hari, diperkirakan gunung berapi ini memuntahkan sekitar 80 gram emas yang bernilai sekitar 6.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 96,7 juta.

Ahli vulkanologi dari Universitas Oxford, Tamsin Mather mengatakan bahwa Gunung Erebus memiliki kimia magma yang tidak biasa.

"Gunung ini memompa gas 24 jam sehari, 7 hari seminggu," ujarnya dilansir dari Metro.

Sumber:
Halaman 1/2
Tags:
Antarktikagunung berapiemas
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved